PALEMBANG — Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) berharap sekolah negeri tidak memberlakukan double shift agar sekolah swasta dapat menambah kuota siswanya.

Selain itu, hal tersebut bertujuan agar sekolah negeri dan swasta dapat setara tanpa ada perbedaan. Sekolah swasta juga harus bertahan dan tetap mengejar kemajuan sesuai dengan perkembangan teknologi, baik papan tengah dan papan bawah (tingkatan).

Ketua BMPS kota Palembang, Indra Grilyadi mengatakan, pihaknya akan terus memperjuangkan hak dan kewajiban untuk bisa menyamakan visi dengan sekolah negeri. “Ini yang harus sama dan tidak boleh di marginalkan keberdaan mereka (swasta),” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdapat sistem nasional wajib membantu sekolah swasta.

“Kita tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah, agar tidak membuat suasana yang tidak kondusif terhadap UU ASN. Maka dari itu kita perlu kontribusi baik dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Ia berharap, sekolah swasta dan negeri harus dapat berkolaborasi, agar bisa mencerdaskan anak bangsa.

“Harapan kita BMPS sebagai mitra harus regulasi, karena swasta dan negeri harus berkolaborasi agar dapat mencerdaskan anak bgsa,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan, penerimaan peserta didik baru (PPDB) sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah, karena sekolah swasta mitra pemerintah juga, dan sekolah swasta yang tertua.

“Artinya sekolah swasta akan hidup, ya inilah pemrintah akan memperhatikan sekolah swasta,” kata dia

Oleh karena itu, sambungnya sekolah swasta bisa lebih maju lagi, dan pihaknya juga akan mengevaluasi sekolah swasta. “Kita akan mengevaluasi sekolah swasta dan kita berharap akan ada usulan-usulan dari pemerintah kota mengenai sekolah swasta,” singkatnya. (juniara)

Artikel Terkait