PALEMBANG — Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kelas II Palembang mengimbau masyarakat agar cermat dalam membeli ikan yang biasa dijual di pasar tradisional.

Hal ini diungkapkan Kepala BKIPM Kelas II Palembang, M W Giri Pratikno. Ia mengatakan, pihaknya mendapat temuan banyak ikan yang mengandung zat pengawet atau formalin yang dijual di pasar.

“Itu didapatkan saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) tahun lalu di beberapa pasar tradisional,” ucapnya saat diwawancarai disela sosialisasi pemeriksaan ikan yang mengandung formalin menjelang bulan suci ramadhan di Aula Science Center Universitas PGRI Palembang, Rabu (10/5).

Dikatakan juga, untuk mengantisipasi beredarnya ikan berformalin, pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan sidak ke beberapa pasar tradisional. “Hari ini kami akan mengadakan rapat dengan Dinas Ketahanan Pangan untuk sidak mempersiapkan hari Ramadhan, kami akan berkunjung ke pasar-pasar tradisional ke pasar modern untuk mendeteksi pengujian formalin,” urainya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang, DR Helmi Haris menilai banyaknya peredaran ikan di pasaran yang mengandung zat pengawet diduga karena disengaja untuk mendapatkan keuntungan.

“Ada penampung ikan yang sengaja memberikan formalin untuk memperpanjang waktu, sehingga jangan sampai busuk dan bisa awet sampai beberapa hari,” kata dia.

Dalam konteks distribusi, lanjutnya, banyak ikan dari luar Palembang yang masuk lewat Sumatera tidak melalui pengujian terlebih dahulu. Tetapi kalau di penampugan ikan berskala besar biasanya negative penggunaan formalin.

“Begitu masuk dari miniplan ke agen itu disana timbul ada pencampuran formalin supaya awet,” terangnya.

Helmi juga mengatakan, provinsi Sumsel termasuk kategori tinggi dalam mengkonsumsi ikan, bahkan diatas standar nasional. “Kalau standar nasionalnya, per orang setidaknya mengkonsumsi sebanyak 37 Kg/tahun. Namun Sumsel 39 Kg/ tahunnya,” ungkapnya.

Tingginya konsumsi ikan di Sumsel, tambahnya, didorongnya oleh banyaknya produk olahan berbahan baku ikan. “Makanan kita banyak yang mengandung ikan, seperti pempek, kemplang dan lainnya,” tutupnya. (juniara).

Artikel Terkait