PALEMBANG —Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Provinsi Sumatera Selatan menyita barang bukti berupa 12 ekor komoditi ikan lohan tanpa dokumen yang akan dikirim melalui jasa pengiriman ke Cilacap, Jawa Tengah.

Kepala BKIPM Kelas II Palembang, Giri Pratikno menjelaskan kronologi penyitaan 12 ekor ikan lohan, yang berawal sekitar pukul 08.00 WIB di Kargo Air Sirih, pada saat itu Petugas BKIPM bersama pihak Bea Cukai mencurigai isi kemasan yang dalam keterangan surat pengiriman kemasan berisikan lampu theater dan ternyata isinya 12 ekor ikan Lohan.

“Sementara kejadian ini bisa terungkap. Karena x ray dilihat ternyata ada airnya, dan bukan lampu. Pihak jasa pengiriman ini juga tidak tahu kalau ini ikan bukan lampu,” ungkapnya.

Untuk motifnya, Giri mengatakan bahwa pihak pengirim mengiginkan proses yang cepat, dan menghindari tarif pemeriksaan yang hanya Rp. 20 per satu ekor ikannya.

“Ini sudah melanggar Undang-undang (UU)no 16 tahun 1992 pasal 7 yang menyatakan secara domestik dan tanpa memakai surat ac juga tanpa melalui karantina, untuk itu kami akan sita barang bukti ini,” ujarnya

Untuk itu ia mengungkapkan tindakan pertama yang akan dilakukan pihak BKIPM ialah dengan memberikan peringatan penahanan, setelah itu akan di proses dan akan melakukan pemanggilan kepada yang mengirim.

“Hanya saja orang yang melakukan ini sudah dua kali nakal, kalau orang ini tidak mau diproses akan kita musnahkan, tetapi kami akan masih memanggil orang yang mengirim 12 ekor ikan lohan, dan kalau dia pro aktif kita Kasih pengarahan lebih lanjut. Ataupun orang ini masih berulah lagi akan kita proses secara hukum dan kita sidik. Karena ini kita untuk. Laporan ke pusat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk proses sertifikasi pengiriman ikan sebenarnya hanya memakan waktu 15 menit tanpa menyulitkan pengguna jasa pengiriman, selanjutnya sertifikat permohonan akan di kroscek oleh petugas BKIPM anatara isi kemasan serta sertifikat betul atau tidak.

“Yang jelas jadi dalam kontek lalu lintas semua komoditi perikanan semunya harus melalui proses pemeriksaan karantina, karena nanti akan di periksa sesuai dengan negara tujuan yang mempersyaratkan. nanti akan kita cek bakteri atau virus tergantung dengan ikan yang akan di krimkan,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait