PALEMBANG — Asa pecinta Sriwijaya FC untuk melihat ketangguhan Bio Paulin menjaga lini pertahanan laskar wong kito musim ini sepertinya jauh dari harapan. Penampilan pemain naturalisasi asal Kamerun ini dinilai telah jauh menurun dan tidak banyak membantu performa tim secara keseluruhan.

Dari 25 pertandingan yang sudah dimainkan sejauh ini, Bio baru 3 kali diturunkan dan hanya 1 diantaranya yang diselesaikan penuh selama 90 menit. Terakhir, Bio Paulin hanya diberi kesempatan turun selama 45 menit dan langsung ditarik keluar saat sudah tertinggal 0-1 dari tuan rumah, Madura United, Jumat (20/9) malam di stadion Pamelingan Pamekasan.

Pemilihan Bio Paulin sebagai starter pun banyak mendapat sorotan dari pecinta SFC yang menilai pemain yang lama merumput bersama Persipura ini tidak berada dalam kondisi terbaiknya seperti dulu. “Dari sisi pengalaman, tidak ada yang meragukannya namun sepakbola modern tidak hanya cukup mengandalkan faktor seperti itu saja. Melawan PSM Makassar, 2 gol yang bersarang lahir dari kepintaran lawan yang mampu mengandalkan kecepatan dan contohnya Ferdinan Sinaga melewati Bio dengan mudah,” ujar Ariyadi Eko, ketua umum Singa Mania usai pertandingan.

Menurutnya, dengan fakta bahwa SFC saat ini telah kalah sebanyak 4 kali secara beruntun, tentu harus ada perubahan luar biasa untuk memperbaikinya. “Saya pikir pelatih harus lebih tegas dalam menentukan susunan starting eleven, kita butuh pemain yang berpengalam tetapi lebih baik memainkan pemain yang benar-benar siap 100 persen. Sektor Bio menjadi titik lemah dan dimanfaatkan lawan secara maksimal di 2 laga terakhir,” bebernya.

Selain itu, lini belakang yang sudah kebobolan 13 gol di 4 laga tersebut juga harus segera menemukan solusi yang jitu. “Kita selalu melakukan rotasi, dan melawan Persela nanti kembali ada pemain belakang yang absen yakni Dominggus Fakdawer, tentu di sisa 2 hari sebelum pertandingan harus benar-benar disiapkan pemain yang mumpuni. Saya pikir Yanto Basna bisa ditarik kembali sebagai stopper dan pendampingnya antara Bobby Satria atau Achmad Faris,” sarannya.

Pelatih SFC, Hartono Ruslan sendiri menyebut bahwa pemilihan susunan pemain berdasarkan pertimbangan tim pelatih. “Saya tentu tidak bisa memutuskan sendiri dan harus mendengar saran dari jajaran pelatih lainnya, ada masukan bahwa di lini pertahanan kita perlu sosok pemain pengalaman untuk mendampingi bek lainnya yang masih muda. Tetapi kedepan pasti ada evaluasi kembali dan melawan Persela tidak ada kata lain, kemenangan menjadi harga mati,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi. (dedi)

Artikel Terkait