PALEMBANG — Hubungan komisi pemilihan umum Sumatera Selatan (KPU Sumsel) dengan pemerintah provinsi Sumsel yang berjalan harmonis menjadikan landasan bagi KPU republik Indonesia untuk memilih Sumsel sebagai tuan rumah penyelenggaraan bimbingan teknis (bimtek) wilaya Indonesia Bagian Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPU RI yang baru Juri Ardiyantoro dalam kegiatan silaturahmi dan ramah tamah bersama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) serta Komisioner Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI), Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Rombongan Bimtek terpadu Daerah yang akan menyelengarakan Pilkada serentak pada 2017 mendatang, di Griya Agung Selasa (19/7).
Menurutnya, bimtek yang dilaksanakan di Palembang merupakan bimtek terpadu KPU Indonesia bagian barat, terutama 101 daerah yang akan melaksanakan pilkada serentak 2017. “Agar nantinya tidak ada maslah lagi, kalaupun ada masalah itu dari luar bukan internal KPU dan Bawaslu,” katanya.

Selain itu dia juga mengapresiasi Gubernur Sumsel yang memfasilitasi KPU Sumsel. “Tidak seperti di provinsi lainnya yang selalu mengeluh karena anggaran yang sulit juga gedung KPU rusak,” ucapnya.

Ketua DKPP, Jimly Ashiddiqie menyampaikan, bimtek menjadi hal penting karena sukses pilkada tahun 2017 akan menentukan sukses Pemilu serentak pada tahun selanjutnya. “Kita bersyukur karena jumlah daerah yang melaksanakan pilkada lebih sedikit dari tahun 2004 lalu. Kita berharap pilkada sukses, oleh karena itu masing-masing daerah cari cara agar sukses,” katanya.

Ditambahkannya, pelaksanaan pemilu merupakan tradisi rutin dalam demokrasi, maka sudah seharus semua pihak penyelenggara pemilu dalam melayani partai politik bersifat netral dan tidak memihak.

Ia mengatakan, penyelenggara pemilu menghadapi dua cabang kekuasaan, eksekutif sebagai peserta pemilu juga legislatif tetapi ada satu cabang lagi yakni yudikatif yang akan mengadili bila membuat kesalahan.

“Ada 101 daerah yang akan melaksanakan pilkada serentak, di Sumsel ada satu yakni Kabupaten Musi Banyuasin dimana putra pak Gubernur menjadi calonnya. Kita berharap pilkada nantinya menjadi pilkada yang berintegritas, kita siap menjadi penyelenggara pemilu/pilkada yang berintegritas,” tukasnya.
Mengenai pecalonan putranya menjadi Bupati Musi Banyuasin 2017 nanti, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan bahwa dirinya akan bersikap netral dan tidak memihak siapapun. “Saya mengetahui betul kemampuan Dodi Reza Alex, oleh karena itu saya menginzinkannya maju menjadi calon Bupati.  Saya bupati dua periode, Gubernur Insyaallah dua periode dan pernah menjadi ketua forum bupati se-Indonesia kalau tidak amanah maka tidak saya izinkan Dodi maju pilkada Muba,” pungkasnya. (juniara)

RelatedPost