Kepergian Abduolaiye Maiga membuat manajemen Sriwijaya FC saat ini terus berburu pemain pengganti dengan kualitas sepadan. Dalam 2 musim terakhir, sosok pemain asal Mali tersebut sendiri memang tidak tergantikan di jantung pertahanan laskar wong kito.

Beberapa nama pun dibidik, salah satunya palang pintu tangguh asal Brasil, Fabiano Beltrame. Pemain yang terakhir memperkuat Arema Cronus ini sendiri saat ini masih berada di kampung halamannya setelah memutuskan absen di perhelatan Piala Jenderal Sudirman.

Meski belum ada komunikasi resmi, namun manajemen SFC tidak menampik bahwa sosok Fabiano merupakan salah satu pemain asing berkualitas di Indonesia. “Dengan kualitas yang dimilikinya, Fabiano memang punya kemampuan mumpuni dan layak untuk menggantikan Maiga. Namun sejauh ini kita masih melakukan evaluasi dan belum ada pernyataan resmi, yang jelas pasti ada penambahan pemain untuk memperkuat tim jelang menghadapi turnamen/kompetisi yang akan datang,” jelas sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dikonfirmasi Minggu (6/12) sore.

Pemain asing tangguh di jantung pertahanan sendiri seolah menjadi syarat wajib bagi SFC selama ini. Apalagi dalam sejarah perjalanan klub, dari sekian banyak gelar yang diraih, selalu ada pilar asing di lini belakang yang turut memberikan kontribusi maksimal.

Sosok Carlos Renato Ilyas yang juga berasal dari negeri Samba merupakan kapten tim sekaligus pilar penting sewaktu SFC meraih gelar double winner di musim 2007/2008. Kemudian ada Thiery Gautesy dan Jamie Coyne, duo asing yang juga punya andil sewaktu SFC meraih gelar terakhir di musim 2011/2012.

Manajemen SFC sendiri mengaku proses perekrutan pemain memang sedikit mengalami hambatan mengingat hingga saat ini polemik sepakbola di tanah air belum kunjung usai sehingga tidak ada kejelasan mengenai kapan kompetisi akan kembali bergulir. “Saat kita melakukan negosiasi, hampir seluruh pemain asing menanyakan mengenai hal tersebut. Namun manajer SFC sendiri sudah mentargetkan bahwa di awal Januari nanti tim sudah akan melakukan latihan kembali, semoga saja di bulan Februari atau Maret nanti sudah ada kejelasan mengenai kompetisi di tanah air,” harap Haris.

Salah satu pemain asing SFC saat berkompetisi di Qatar National Bank (QNB) League lalu, Goran Ljubojevic sebelumnya sudah menyampaikan keenggannya untuk bermain di Indonesia saat ini. Meskipun turnamen banyak digelar, namun diakuinya hal tersebut disebutnya bukan sebuah jalan keluar dari permasalahan yang tengah dihadapi sepakbola Indonesia saat ini. “Dari sisi kontrak, tentu tidak sebaik bila ada kompetisi resmi. Selain itu, tidak ada kelanjutan usai turnamen tersebut. Meski ada beberapa klub yang menawari saya untuk bermain di turnamen PJS, namun saya tolak dan menunggu hingga konflik PSSI – Menpora selesai,” ungkap pemain asal Kroasia ini.