Kebijakan transfer manajemen Sriwijaya FC sempat mendapat kritikan karena dianggap hanya mengumpulkan pemain berusia lanjut dan hanya mengandalkan memori indah masa lalu. Termasuk juga diantaranya Hilton Moreira dan Alberto Goncalves yang menurut sebagian pihak sudah habis dan dibuang dari Liga Malaysia akhir musim lalu.

Namun dua pemain asal Brasil ini membungkam kritik tersebut dan menunjukkan kualitasnya saat melawan Pusamania Borneo FC di laga perdana turnamen Piala Bhayangkara, Jumat (18/3) malam di stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung.

Bahkan keduanya pun sukses mencetak sepasang gol di laga yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan laskar wong kito ini. Hilton yang pernah menjadi bagian dari skuad SFC saat menjuarai kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 ini mengawali kemenangan SFC dengan mencetak gol di menit 12 babak pertama. Kerjasamanya dengan Beto sukses mengelabui barisan pertahanan Pesut Etam dan membawa SFC unggul 1-0 terlebih dulu.

Dalam laga yang dimainkan dibawah guyuran hujan deras ini, Beto akhirnya menambah keunggulan SFC setelah berhasil memanfaatkan blunder kiper Pesut Etam, Galih Sudaryono di menit 24. Eks pemain Persipura ini juga turut andil dalam proses gol ketiga SFC yang dicetak oleh Bayu Gatra di menit 69 babak kedua. Umpan matang melalui kontrol dadanya sukses dimanfaatkan Bayu Gatra dan memperlebar keunggulan SFC menjadi 3-1.

“Saya sudah 2 bulan di Indonesia dan tidak terlibat di 2 turnamen yang diadakan disini seperti Piala Jenderal Sudirman atau Piala Gubernur Kaltim. Namun saya sangat kecewa dengan pemberitaan atau komentator sepakbola disini yang menyebut saya sudah tidak layak bermain lagi,” ungkap Hilton usai pertandingan.

Menurutnya, label pemain tua, sudah habis dan fisik menurun merupakan komentar yang sering dialamatkan kepada dirinya sebelum bergabung dengan SFC. “Saat sudah masuk SFC pun banyak yang menganggap keputusan manajemen SFC salah. Buat apa merekrut pemain yang sudah berusia 30 tahun ke atas, namun itu tidak membuat kami patah semangat dan justru menjadi pemicu,” jelas Hilton.

Komentar serupa juga dikatakan Beto yang sebelum pertandingan sudah bertekad bersama Hilton untuk membungkam kritik tersebut. “Cara terbaik untuk menjawabnya adalah dengan penampilan di lapangan. Saya sedih dibilang sudah tua dan terlalu gemuk untuk bergabung di SFC. Musim lalu bersama Hilton saya juga sudah bermain bersama di Liga Malaysia, kalau ada yang menilai kami gagal, itu karena ada faktor lain dan bersama SFC kami akan rubah pandangan tersebut,” tegasnya.