Jakarta: Cabang olahraga angkat berat berhasil menyumbangkan medali perak di partai final cabang olahraga angkat berat grup A kelas 48 kg lewat lifter putri Sri Wahyuni Agustiani yang bertanding di Hall A3 Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Senin (20/8) sore.
Angkatan terbaik Yuni di nomor snatch adalah 88 kg dan clean and jerk 107 kg total angkatanya yakni 195 kg, Yuni sebenarnya mencoba menambah beban angkatannya di 112 kg tetapi dua kali angakatannya gagal.
“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi memang belum waktunya saja, terima kasih semua yang sudah datang dan support tapi mohon maaf baru bisa di medali perak,” ucap Yuni berkaca-kaca.
Harapan memang ada di pundak Sri Wahyuni tetapi hari ini harus mengakui ketangguhan lifter Korea. “Kita berharap banyak tetapi hari ini berkata lain, sebagai pelatih saya tidak pernah menekan kepada atlet saya atau memberikan target diluar kemampuannya tapi memang hari ini kita belum mampu memberikan yang terbaik kepada bangsa Indonesia tapi kita akan tetap terus berusaha,” ujar Supeni pelatih angkat berat putri.
Menko PMK Puan Maharani yang hadir memberikan dukungannya menyampaikan apresiasinya atas perjuangan apik Yuni. “Alhamdulillah Sri Wahyuni sudah mendapatkan medali perak dia sudah berusaha dengan maksimal untuk berusaha mendapatkan medali emas tapi akhirnya maksimal dia menyumbangkan medali perak tetapi saya mengapresiasi dan bangga atas perjuangan Sri Wahyuni sudah memberikan perak untuk Indonesia semoga esok lewat Eko Yuli di nomor putra saya harap bisa meraih emas,” harap Menko PMK Puan Maharani.
Sementara Ketua PB PABSI Rosan Perkasa Roeslani membenarkan bahwa peluang untuk medali emas ada di lifter putra kelas 65 kg, Yuni ditarget PB PABSI juga meraih medali emas. “Saya lihat Yuni sudah berusaha yang terbaik dan insyaallah mohon doanya semoga esok melalui lifter Eko Yuli yang memang kita target emas dapat meraih medali emas,” harapnya.
Total raihan Yuni hanya selisih 4 kg dari lifter Korea Ri Song Gum yang meraih emas dengan mengoleksi total angkatan 199 kg. Sedangkan perunggu menjadi milik lifter Thailand Thunya Sukcharoen dengan total angkatan 189 kg. (ben/ril)

Artikel Terkait