PALEMBANG — Dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke-71 tahun ini, masyarakat Sumatera Selatan perlu berbangga diri karena tidak pernah terjadi perperangan antar etnis dan umat beragama. Hal ini terjadi tentu saja ada peran TNI dalam menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan masyarakat di Provinsi Sumsel.

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Sudirman, SH., MM mengajak masyarakat untuk mendukung dan menjaga ketahanan nasional. Meski ada gesekan-gesekan kecil di masyarakat, menurutnya hal tersebut hanya skala kecil dan tidak berlanjut pada konflik yang lebih besar atau melibatkan kelompok yang lebih besar.

“Masyrakat kita sangat heterogen, terdiri berbagai suku bangsa dan agama. Namun kita beruntung karena masyarakat kita menjunjung tinggi persatuan dan memahami benar bhinneka tunggal ika sehingga tidak ada konflik,” ungkap mantan Danrem 004/Gapo ini usai perayaan HUT TNI di Griya Agung, Selasa (4/10/2016).

Meskipun aparat pertahanan dan keamanan belum teruji sepenuhnya karena tidak ada konflik di Bumi Sriwijaya, namun pihaknya berjanji akan terus meningkatkan kewaspadaan karena potensi konflik bisa terjadi kapan dan di mana saja.

“Tentu ini merupakan tugas kami sebagai aparat pertahanan. Apalagi Pak Gubernur selalu mengingatkan agar Sumsel senantiasa aman sehingga arus investasi di daerah ini juga terus mengalir dan kami tidak ingin kecolongan,” tegasnya.

Sementara Gubernur Sumsel mengapresiasi kinerja TNI, Polri dn masyarakat yang juga ikut menjamin keamanan di Sumsel.

Orang nomor satu di Sumsel juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada TNI yang telah mengeluarkan segenap kemampuannya dalam menjaga wilayah agar terhindar dari konflik.

“Alhamdulillah selama ini di Sumsel tidak ada konflik apalagi perang antar etnis maupun antar agama. Inilah yang membuat orang tertarik berinvestasi di sini. Terima kasih TNI,” tutupnya. (juniara)

Related Post