PALEMBANG — Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia, Nasir Foead mengapresiasi provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) atas keberhasilannya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada tahun 2016 lalu.

“Kami dan Kementrian LHK sangat salut dengan provinsi Sumsel atas pencapaian Sumsel mengatasi Karhutla,” ujar Nasir.

Menurutnya, Sumsel sudah menjadi contoh bagi daerah lain. Nasir berharap, untuk tahun 2017 Sumse bisa mempertahankan dan meningkatkan keberhasilannya, apalagi pada Juli mendatang, Indonesia akan memasuki musim kemarau.

“Saat ini kita telah memasang alat water logger untuk memantau tinggi permukaan air lahan gambut, jadi setelah kita memasuki kemarau sudah ada alat kontrol untuk lahan gambut,” ujarnya.

Sementara, Staf ahli bidang perubahan iklim provinsi Sumsel, Najib Asmani mengatakan, bahwa keberhasilan Sumsel mengatasi Karhutla berkat kerjasama semua pihak.

Diungkapkan Najib, pada tahun 2015 lalu Sumsel menjadi juara Karhutla dan kabut asap. “Alhamdulillah, tahun 2016 kita juga juara tapi beda juaranya bisa mencegah Karhutla hingga 99,87 persen,” kata dia.

Lebih lanjut, Najib mengatakan dengan.pencapaian keberhasilan tersebut, Sumsel dipercaya menjadi tuan rumah Bonn Challenge (Tantangan Bonn) yang membahas isu lingkungan pada Maret mendatang. (juniara)

Artikel Terkait