Sebagai pelatih terakhir yang menangani timnas senior Indonesia, Beny Dollo angkat bicara soal peluang Indonesia di babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2018 dam Piala Asia 2019 mendatang. Sebagaimana diketahui dalam undian yang berlangsung Selasa (14/4) kemarin, skuad Garuda tergabung di Grup F bersama Cina Taipei, Thailand, Vietnam dan Irak.

Menurutnya, peluang timnas Indonesia untuk lolos dari grup F masih terbuka lebar. “Saya katakan tidak ada lawan terberat di grup ini, semuanya berat. Mungkin hanya Cina Taipei kekuatannya yang belum kita ketahui, sementara Vietnam sudah sama-sama kita ketahui bahwa penampilannya beberapa tahun ini sangat meningkat pesat, sedangkan Thailand adalah Raja Asia Tenggara dan Irak adalah salah satu tim kuat di Asia serta langganan lolos ke Piala Dunia,” ujarnya saat ditemui usai sesi latihan pagi di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (15/4) pagi.

Namun dirinya menyatakan hal yang terpenting bagi timnas saat ini bukanlah memprediksi peta kekuatan lawan, melainkan secepatnya menemukan pelatih tetap yang akan menangani persiapan timnas kedepan. “Saya juga tidak mempermasalahkan apakah nantinya berasal dari pelatih lokal atau asing, karena bagi saya sama saja,” tambahnya.

Menurutnya, siapapun pelatih yang akan terpilih nantinya diharapkan dapat memahami budaya atau karakter bangsa Indonesia terlebih dulu. “Soal disiplin rasanya semua pelatih punya standar yang sama, namun pemain Indonesia sedikit punya karakteristik yang berbeda dengan negara lain,” ujar pelatih asal Manado ini.

Bendol menyatakan, pelatih timnas nantinya diharapkan dapat menyatukan seluruh pemain yang berasal dari daerah yang berbeda-beda. “Karena itu yang terberat, setiap daerah punya kebiasaan yang berbeda dan punya karakter yang berbeda pula. Dengan pendekatan yang tepat, timnas Indonesia akan mampu bersaing nantinya,” pungkasnya.

Artikel Terkait