Meski berstatus sebagai pelatih paling senior, namun pelatih Sriwijaya FC Beny Dollo mengaku tetap memberikan respect bagi pelatih lainnya yang akan bertarung di babak 8 besar Piala Presiden 2015. Menurut eks pelatih timnas senior ini, dirinya tidak melihat adanya kesenjangan antara 8 pelatih yang timnya lolos ke babak 8 besar dan menolak anggapan bahwa pelatih senior lebih punya peluang besar di turnamen besutan Mahaka Sports and Entertainment ini.

“Saya tidak berhak mengomentari penampilan tim lain atau pelatihnya, karena sebenarnya tidak ada persaingan atau senior-junior. Ketika sudah menangani tim, tentu kami semua punya tanggung jawab yang sama. Tidak ada juga istilah medioker, karena saya juga mengawali karier juga seperti mereka. Yang jelas saya memberikan respek untuk semua pelatih di babak 8 besar ini,” ungkap pelatih asal Manado ini.

Begitu pun dengan sosok Ibnu Graham, arsitek Bajul Ijo yang akan menjadi lawannya di babak 8 besar. “Saya dari dulu enggan membicarakan komentar mengenai tim lawan ataupun pelatihnya, karena lebih baik fokus ke tim sendiri. Jadi kalau diminta pendapat mengenai seluruh pelatih yang lolos ini, saya katakan bahwa mereka sudah membuktikan kapasitasnya dengan lolos dari fase grup kemarin,” tegasnya.

Terkait leg pertama melawan Persebaya yang akan dimainkan di Surabaya, Bendol menegaskan hal tersebut bukanlah sebuah keuntungan ataupun kerugian. “Semua partai sama dan persiapannya pun tidak ada beda. Namun memang, jika mampu meraih hasil positif atau minimal tidak kehilangan poin maka tugas kami di Palembang akan sedikit lebih ringan,” tambahnya.

Namun berbeda dengan persiapan di fase grup, untuk menghadapi babak 8 besar ini dirinya sudah menyiapkan segala skenario yang mungkin akan terjadi, termasuk drama adu penalti. “Ini sudah masuk fase gugur, jadi semuanya harus kita antisipasi. Dalam sesi latihan di Palembang dan termasuk saat uji coba kemarin, SFC sudah menyiapkan jika nantinya mungkin saja terjadi hal tersebut, eksekutor penalti sudah kita siapkan dari sekarang,” pungkasnya.