Meski berstatus sebagai juara grup B, namun pelatih Sriwijaya FC Beny Dollo menegaskan bahwa timnya bukanlah unggulan saat akan menghadapi babak 8 besar Piala Presiden 2015 melawan Persebaya, Minggu (20/9) mendatang. Menurutnya, di fase perempat final ini seluruh kontestan memiliki peluang yang sama dan faktor kesiapan dalam menyiapkan strategi taktik serta fisik yang akan lebih menentukan.

“Selain itu, ada faktor lain yang memang kadang tidak bisa dihindari sebuah tim. Sebagai contoh Arema yang bermain baik saat melawan kami, karena memang mereka tahu jika sampai kalah atau seri di laga tersebut maka akan sulit lolos dari putaran grup, justru di partai terakhir saat bertemu Ciamis penampilan mereka menurun karena mungkin sudah terlena dan yakin menang,” ujarnya. Karena hal tersebut dirinya pun tidak lupa terus menjaga mental bermain Titus Bonai dkk agar selalu fokus di setiap pertandingan yang akan dimainkan nantinya.

Saat menggelar sesi latihan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Bendol pun mengakui sudah melakukan beberapa evaluasi terkait penampilan Syakir Sulaiman dkk selama menjalani fase putaran grup B di Malang. “Tentu yang paling mencolok adalah di penyelesaian akhir dan antipasi bola mati. Karena meski unggul di penguasaan bola, namun hanya empat gol yang mampu kami ciptakan dari 3 pertandingan. Sedangkan untuk sisi pertahanan, meski mencatat dua kali clean sheat namun kebobolan 3 gol sewaktu melawan Arema tentu menjadi pelajaran dan tidak boleh terulang lagi kedepannya,” ujar Bendol.

Sedangkan untuk mengembalikan sentuhan dan atmosfer pertandingan, pihaknya pun akan kembali merencanakan laga uji coba melawan tim lokal, PS Unsri Rabu (16/9) sore. “Tentu mereka tidak boleh kehilangan sentuhan dan feeling ball, di laga uji coba nanti kita akan matangkan skema taktik menghadapi Persebaya yang banyak mengandalkan kecepatan pemain mudanya,” tambahnya.

Terkait babak 8 besar, Bendol sendiri menegaskan menolak keras opsi pemindahan laga kandang SFC terkait kendala kabut asap yang kini masih menyelimuti kota Palembang. “Masih banyak waktu dan sebenarnya pun asap sudah mulai berkurang. Sesi latihan tim dua kali sehari pun tidak terganggu, namun memang pada Senin (14/9) pagi tadi kami harus menunggu sebentar, namun untuk sore tidak ada masalah,” tegasnya.