Munculnya instruksi pencabutan pembekuan PSSI oleh Presiden RI, Joko Widodo mendapat dukungan dari pelatih Sriwijaya FC, Beny Dollo. Kabar ini menurut Bendol merupakan langkah positif dan akan membawa kembali sepakbola Indonesia ke jalur yang memang semestinya.

“Ini merupakan kabar yang seharusnya sudah dilakukan sejak dulu, sepakbola Indonesia akhirnya kembali right on the track,” ungkap eks pelatih timnas senior ini.

Dengan munculnya keputusan ini, menurut Bendol pelaku sepakbola di tanah air akan mampu menata kembali tatanan sepakbola yang sudah hancur sejak jatuhnya sanksi FIFA dan pembekuan PSSI tahun lalu. Terkait adanya syarat yang diajukan Kemenpora mengenai rencana pencabutan PSSI, menurutnya hal tersebut jangan sampai menganggu proses ini.

Seperti diketahui, Kemenpora menyanggupi instruksi Presiden RI tersebut, namun tetap memberi syarat bahwa KLB harus segera digelar selambat-lambatnya 6 bulan pasca pencabutan pembekuan PSSI. Sementara Ketua Tim Ad-Hoc bentukan FIFA, Agum Gumelar meminta waktu pelaksanaan KLB minimal 1 tahun setelah pencabutan pembekukan dilakukan.

“Itu hanya masalah teknis dan jangan sampai menjadi alasan lagi pencabutan pembekuan PSSI dibatalkan atau ditunda. Karena itu saya ingin keputusan ini disahkan dengan hitam di atas putih, dan juga seluruh pihak-pihak yang terlibat untuk mematuhi serta menjalankannya,” tegasnya.

Sementara itu, manajemen SFC sendiri meski mengaku senang dengan kabar ini namun menyatakan ingin menunggu hingga benar-benar terealisasi. “Kalau dikatakan senang, tentu ini berita yang sangat menggembirakan. Namun terlalu prematur untuk dikatakan sebuah kemenangan sepakbola nasional, karena kita belum tahu apakah benar-benar akan dilaksanakan dengan baik, namun karena ini disuarakan langsung oleh orang nomor satu di Indonesia, maka kami juga mendorong agar seluruh pihak yang terlibat untuk menjalakannya demi kemajuan bersama,” jelas sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid.

Artikel Terkait