Meskipun belakangan di tanah air marak digelar turnamen sepakbola, mulai dari Piala Kemerdekaan, Piala Piala Presiden hingga yang terakhir Piala Jenderal Sudirman, namun pelatih Sriwijaya FC Beny Dollo tetap berharap kompetisi resmi dapat digulirkan kembali. Menurutnya, roh dari sepakbola adalah kompetisi dan bukan turnamen yang cuma dimainkan dalam waktu singkat.

Dalam pandangannya, pembekuan PSSI, jatuhnya sanksi FIFA dan berhentinya kompetisi sudah membawa sepakbola Indonesia ke titik nadir sepanjang sejarah. “Dulu tahun 1998 liga berhenti, namun kita semua maklum karena faktor stabilitas politik. Lalu di 2011 juga ada konflik PSSI – KPSI, namun perlu diingat saat itu kompetisi tetap berjalan,” jelas Bendol.

“Namun saya sudah mendengar bahwa hasil RUPS PT Liga Indonesia menyatakan akan segera menggelar unofficial kompetisi, meski nantinya tidak resmi tapi itu kabar gembira dan semoga tidak ada halangan,” ungkap pelatih asal Manado ini. selain itu, dirinya pun berharap pembekuan PSSI dan sanksi FIFA sudah dapat dicabut saat kompetisi tersebut dimulai.

“Jika memang diputar pada Februari, maka turnamen Piala Jenderal Soedirman sangat tepat sebagai pemanasannya. Karena memang untuk mengarungi kompetisi, setidaknya kita butuh waktu sekitar 3-2 bulan untuk persiapan,” jelas eks pelatih timnas senior Garuda ini.

Terkait Piala Jenderal Sudirman, dirinya sendiri menyatakan hingga sekarang pihaknya belum mendapat informasi terbaru mengenai turnamen yang juga diselenggarakan oleh Mahaka Sports and Entertainment ini. “Kalau dari manajemen SFC, sesuai rencana dan jika tidak ada perubahan maka pemain akan dikumpulkan kembali pada 1 November nanti,” ujarnya.

Menurutnya, waktu 2 minggu cukup ideal bagi pihaknya untuk memulai latihan sebelum turun di turnamen yang direncanakan akan diikuti oleh 14 klub ISL dan PS TNI ini. “Itu juga dengan catatan bahwa para pemain tetap menjaga kondisi selama masa liburan ini, jika mereka tidak berlatih maka tentu kami harus menggenjot fisik mereka dari awal lagi,” tambahnya.