Pelatih timnas senior Indonesia,  Beny Dollo angkap suara mengenai statement legenda Kamerun Roger Milla yang mempertanyakan laga uji coba yang akan dimainkan 25 Maret mendatang. Menurutnya, pernyataan Roger Milla yang juga pernah bermain di Liga Indonesia tersebut sangat melecehkan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

“Tidak hanya melecehkan, namun juga menunjukkan arogansinya dan sebagai warga negara Indonesia saya pikir pernyataan itu tidak pantas dikeluarkan oleh pemain sekaliber dia,” ujar Bendol saat ditemui di Mess Pertiwi, Selasa (17/3) siang. Menurutnya, sah-sah saja jika Milla mengkritisi federasi sepakbola Kamerun, namun sebaiknya tidak membawa serta nama Indonesia.

“Apa yang dilakukannya juga seolah-seolah tidak ingin negara lain berkembang dan tidak ada pemerataan di dunia sepakbola internasional. Padahal dulu jelang Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan, beberapa negara papan atas seperti Brasil pun pernah melakukan hal serupa. Jadi saya pikir apa yang dikatakannya terlalu berlebihan,” tambahnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan PSSI saat ini tidaklah sah dan tidak melanggar ketentuan. “Mau melawan Spanyol atau Jerman sekalipun tidak masalah. Namun semoga para pemain nanti lebih terlecut semangatnya dengan pernyataan tersebut, saya pun yakin mereka mampu selama bermain dengan bersama-sama serta bekerja keras,” tegasnya.

Sebelumnya, keputusan Federasi Sepakbola Kamerun (FECAFOOT) menyetujui laga uji coba lawan Indonesia mendapat kecaman dari legenda Kamerun, Roger Milla. Menurut pemain yang meroket saat bermain di Piala Dunia 1990 di Italia ini, FECAFOOT telah merendahkan martabat timnas Kamerun.

Ditambah lagi, keputusan timnas Kamerun membawa sejumlah pemain bintangnya yang tampil di Eropa. Hal tersebut dinilai tak perlu, karena kualitas dua lawannya itu jauh berada di bawah The Indomitable Lions. “Indonesia dan Thailand levelnya jauh berada di bawah Kamerun. Saya tak tahu dasar standardisasi laga uji coba timnas dan pertandingan ini sangat merendahkan Kamerun.”