Keputusan Beny Dollo memasukkan nama Ferdinan Sinaga ke dalam skuad timnas senior yang dipersiapkan untuk 2 laga persahabatan melawan Kamerun (25/3) dan Myanmar (30/3) mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa diantaranya bahkan menganggap Bendol memanggil pemain terbaik ISL musim lalu hanya karena merupakan anak asuhnya di Sriwijaya FC.

Namun saat dikonfirmasi, Bendol sendiri menepis anggapan tersebut dan menilai eks pemain Persib Bandung tersebut memang layak mengisi skuad Garuda. “Saya dalam pemilihan pemain tidak pernah melihat masa lalunya, meski banyak yang menilai sikap atau perilakunya tidak layak, tapi bagi saya Ferdinan adalah putera bangsa yang pantas masuk ke timnas,” ujar Bendol saat ditemui di Mess Pertiwi, Rabu (18/3) siang.

Kepantasan tersebut diakuinya sudah ditunjukkannya sepanjang musim lalu dan di pra musim bersama SFC saat ini. “Pemain sekaliber Wayne Rooney pun punya sifat yang sedikit temperamental, namun kemampuannya tetap dibutuhkan timnas Inggris. Begitupun Ferdinan, meski ada yang bilang dia perilakunya buruk, saya pikir kita tidak dapat menghakiminya hanya karena hal tersebut. Semua orang bisa berubah dan sejauh ini dia sudah membuktikannya,” tambahnya.

Eks pelatih Persija ini pun berharap publik pecinta sepakbola nasional dapat lebih objektif dalam melihat polemik pemilihan pemain timnas senior. “Saat ini kompetisi ISL belum bergulir, karena itu saya tidak punya banyak parameter untuk melihat kemampuan seluruh pemain. Hal itulah yang mendasari saya meminta bantuan para asisten pelatih sebelumnya serta memilih mayoritas pemain eks skuad AFF lalu,” terangnya.

Namun dirinya sendiri mengatakan bahwa tetap menyisipkan pemain debutan yang dianggapnya mempunyai kemampuan yang mumpuni dan perlu diberi kesempatan di timnas. Salah satunya adalah pemain muda Pelita Bandung Raya, Kim Kurniawan yang dinilainya musim lalu menunjukkan peningkatan performa dan menjadi salah satu rising star di ISL. “Begitu pun Alfarizi dari Arema, saya pikir dia layak dan saya juga tahu kemampuannya,” bebernya.

Sementara itu, Ferdinan Sinaga mengaku bersyukur kembali diberikan kesempatan untuk kembali menggunakan seragam dengan lambing Garuda di dada. “Bagi saya, membela timnas itu adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan. Saya berharap dapat membantu tim dengan memberikan yang terbaik, apa yang terjadi sebelumnya sudah saya lupakan dan dijadikan pengalaman berharga,” ungkapnya.

Dirinya pun berharap dapat meneruskan jejak idolanya di timnas yakni Bambang Pamungkas nantinya. “Untuk timnas saya memang menyukai BP karena kedisiplinannya dan totalitasnya saat bermain untuk negara. Namun jika untuk menjadi kapten, saya pikir tidak, cukuplah saya bermain sebaik mungkin dimanapun posisinya atau kapanpun,” tegasnya.

Terkait pemanggilan ke timnas, dirinya pun mengaku cukup kaget dan tidak menyangka sebelumnya. “Membela timnas itu sebuah kewajiban, jadi setelah dipercaya pelatih tentu saya harus membalasnya. Sebelumnya saya pikir tidak akan mendapat kesempatan lagi, saat itu saya cuma berpikir untuk bermain sebaik mungkin karena fokus utama sekarang adalah bekerja keras untuk istri dan anak,” pungkasnya,