Munculnya polemik jelang bergulirnya kompetisi Indonesian Super League (ISL) pada 4 April besok mendapat perhatian dari pelatih Sriwijaya FC, Beny Dollo. Pelatih yang baru saja menangani timnas senior ini pun mengatakan telah meminta seluruh pemain untuk tetap fokus ke pertandingan dan tidak terpengaruh pemberitaan media yang sedang ramai mengulas rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

“Saya yakin seluruh pemain SFC cukup profesional dan tidak akan terpengaruh, namun saya memang mengingatkan mereka untuk tidak terpengaruh berita di koran atau televisi. Tugas mereka hanya berlatih dan bertanding, soal apakah nanti diikuti 16 atau 18 klub itu adalah ranah PSSI,” tegas Bendol saat ditemui di Mess Pertiwi, Kamis (2/4) siang.

Diakuinya, sejauh ini persiapan SFC sudah masuk dalam tahap akhir untuk melakoni laga perdana melawan Pelita Bandung Raya (4/4). Selama menangani timnas senior pun dirinya menjelaskan selalu berkomunikasi dengan para asistennya. “Sebelum berangkat kita pun menyusun program secara bersama-sama, jika dari sisi pemahaman strategi rasanya seluruh pemain sudah mengerti apa yang saya inginkan saat di lapangan,” jelas pelatih asal Manado.

Saat ditanya mengenai insiden yang melibatkan Patrick Wanggai, Bendol mengaku sudah mengetahuinya. “Memang di lapangan peristiwa seperti itu kerap terjadi, karena memang sangat tipis sekali beda antara bermain keras dan kasar. Tapi saya akan mengingatkan pemain agar dalam kondisi apapun untuk tidak terpancing emosinya,” ujarnya.

Eks pelatih Persija ini sendiri menambahkan bahwa dirinya sendiri enggan berkomentar terlalu banyak mengenai kondisi persepakbolaan di tanah air belakangan ini. Namun sebagai pelatih yang pernah menangani Arema Cronus, Bendol menyampaikan simpatinya terkait masalah yang tengah dialami oleh Singo Edan. “Setiap musimnya Arema selalu menampilkan permainan yang memikat, jadi wajar kalau banyak pihak yang menyayangkan jika sampai tim ini harus absen,” tambahnya.

Artikel Terkait