Munculnya 9 rekomendasi yang diminta Kemenpora sebagai syarat untuk pencabutan pembekuan PSSI mendapat keluhan dari pelatih Sriwijaya FC, Beny Dollo. Menurutnya, beberapa syarat yang disebut oleh Kemenpora terkesan dipaksakan dan tidak mengedepankan nilai sportifitas.

“Ada poin dimana tim harus berprestasi di turnamen AFF, SEA Games, Pra Piala Dunia dan Asian Games. Seharusnya mereka tahu bahwa itu semua tidak bisa instan dan memerlukan waktu. Sekarang bagaimana kita bisa menyiapkan timnas bila pembekuan belum dicabut,” keluh eks pelatih timnas senior ini.

Terkait target yang ditetapkan tersebut, menurutnya sah-sah saja bila Kemenpora menginginkan PSSI untuk kembali berpretasi tinggi kedepannya. “Namun semua ada prosesnya, dengan mepetnya waktu ke semua even yang disebut di poin-poin tersebut, pelatih manapun akan kesulitan mewujudkannya,” tambahnya.

Bendol berharap saat ini Kemenpora dapat secepatnya mencabut pembekuan PSSI sesuai dengan hasil pertemuan antara tim ad-hoc FIFA, Wapres dan Presiden RI beberapa waktu lalu. “Saya sangat percaya sosok Agum Gumelar dapat dipegang kata-katanya, kita sepakat bahwa proses reformasi dan perbaikan PSSI terus dilakukan. Namun instruksi presiden di pertemuan tersebut juga harus dijalankan,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Firman Utina, pemain senior yang sudah malang-melintang di timnas Indonesia. “Jangan-jangan nanti para pemain ada ketakutan bila dipanggil timnas karena takut dengan target yang ditetapkan tersebut. Tidak ada prestasi yang datang dari persiapan instan, negara-negara tetangga pun sudah menyiapkan diri sejak beberapa tahun lalu,” ungkapnya singkat.