Manajemen Sriwijaya FC menyatakan terus melakukan evaluasi menyeluruh usai kegagalan di turnamen Piala Jenderal Sudirman lalu. Menariknya, tidak hanya pemain yang akan terkena dampak evaluasi, namun juga jajaran pelatih yang dikepalai oleh Beny Dollo.

Hal ini pun mendapat respon dari kelompok suporter laskar wong kito, Singa Mania. Menurut ketua umum Singa Mania, Ariyadi Eko manajemen SFC diharapkan terlebih dulu memutuskan nasib arsitek tim kedepannya.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Bendol yang merupakan salah satu pelatih senior di tanah air, namun manajemen juga perlu mengevaluasi jajaran pelatih walau kita semua menyadari bahwa kegagalan di turnamen PJS lalu bukan mutlak kesalahan atau tanggung jawabnya,” ujarnya.

Menurutnya, selama turnamen lalu ada beberapa blunder dari Bendol yang menurutnya cukup terlihat. “Yang paling mencolok adalah perekrutan Simone Quintieri yang terkesan panic buying dan terbukti tidak berguna untuk tim. Selain itu Bendol juga seperti gagal mengontrol emosi pemain sehingga ada beberapa insiden di lapangan yang seharusnya tidak perlu terjadi,” tambahnya.

Selain itu, tangan dingin Bendol yang biasanya selalu dapat mengorbitkan pemain muda juga tidak terulang di SFC. “Di Persita ada Firman Utina, kemudian Bendol pun menjadikan Alfarizi yang sekarang matang di Arema. Di SFC, entah karena terlalu banyak diisi pemain senior sehingga darah muda kurang mendapat kesempatan,” tambahnya.

Namun dirinya sendiri memahami kurang beruntungnya Bendol di SFC juga banyak dipengaruhi faktor non teknis lainnya. “Di QNB, baru 3 partai kompetisi dihentikan, di Piala Presiden persiapan terganggu asap, kemudian di PJS kita terbentur jadwal yang tidak bersahabat. Pembekuan PSSI juga sedikit banyak mempengaruhi seluruh tim termasuk juga SFC,” urainya.

Dirinya pun menyarankan agar kedepannya sebelum proses latihan kembali dimulai, sosok pelatih baru sudah terlebih dulu didapat oleh manajemen SFC. “Dengan modal keuangan yang terjamin, tim ini seharusnya bisa berbicara banyak kedepannya. Apapun keputusannya nanti akan kami dukung, namun rasanya SFC perlu penyegaran di sektor pelatih,” tambahnya.

Belakangan ini sendiri memang sudah santer diberitakan bahwa SFC tidak akan memperpanjang kerjasama dengan Bendol dan seluruh asisten pelatihnya. Namun manajemen masih menutup rapat informasi ini dan menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan keputusan tersebut. Apalagi hingga saat ini arsitek pengganti belum didapatkan meski tim sudah menjadwalkan akan kembali memulai latihan pada minggu pertama Januari mendatang.