Batalnya Palembang menjadi tuan rumah turnamen Piala Bhayangkara mendapat tanggapan dari pelatih Sriwijaya FC, Beny Dollo. Menurut eks pelatih timnas senior ini, Palembang seharusnya layak mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah turnamen yang belakangan disebut sebagai pre-season resmi kompetisi Indonesian Super Competion ini.

“Sebenarnya tidak ada masalah, namun sudah lama sekali publik Palembang tidak melihat SFC berlaga di laga resmi, terakhir saat babak 8 besar turnamen Piala Presiden lalu kala melawan Bonek FC dan hanya berlangsung selama kurang dari 15 menit,” jelasnya saat ditemui usai sesi latihan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Selasa (16/2) pagi.

Selain itu diakuinya bermain di depan publik sendiri akan dapat meningkatkan kepercayaan diri anak asuhnya. “Palembang dan stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pun punya kapasitas untuk menjadi tuan rumah, namun kita harus menghormati keputusan panitia penyelenggara dalam hal ini Kapolri yang sudah memutuskan Bandung dan Bali sebagai tuan rumah, tidak ada masalah juga karena di 2 turnamen sebelumnya kita juga selalu bermain away,” tambahnya.

Sementara itu, asisten manajer laskar wong kito Muchendi Marzareki menyebut bahwa sebenarnya panpel SFC sudah mempersiapkan diri apabila ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Bhayangkara. “Sesuai dengan keterangan dari manajer SFC, Gubernur Sumsel sudah sempat berkomunikasi dengan Kapolda Sumsel mengenai kemungkinan menjadi tuan rumah dan kita pun langsung mempersiapkan diri, termasuk memperbaiki kualitas lapangan di GSJ,” ungkap Muchendi.

Namun sama seperti Bendol, dirinya pun mengaku tidak akan mempermasalahkan keputusan panpel dan memilih focus untuk menyiapkan tim yang akan bertanding nantinya. “Apapun turnamennya tetap akan kita serius, karena ini merupakan bagian dari persiapan menuju kompetisi ISC dan target kita sangat jelas yakni mengembalikan gelar juara ke bumi Sriwijaya,” ujarnya.

Artikel Terkait