Belum adanya kepastian mengenai kelanjutan kompetisi Qatar National Bank (QNB) League 2015 disesalkan banyak pihak, termasuk pelatih Sriwijaya FC. Bahkan pelatih senior yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia sepakbola nasional ini mengatakan saat ini merupakan periode terburuk sepanjang kariernya.

“Ada beberapa periode negatif sepakbola Indonesia yang saya ingat, seperti saat dualisme ISL – IPL beberapa tahun lalu lalu. Tapi saat itu kompetisi keduanya masih bisa dimainkan secara bersamaan, sehingga para pemain masih bisa berlatih dan bertanding, berbeda dengan sekarang dimana pemain menjadi korbannya,” ungkapnya saat ditemui Kamis (30/4) pagi.

Namun arsitek asal Manado ini mengatakan sebelum krisis saat ini, tahun 1998 merupakan salah satu periode kelam sepakbola nasional. “Kompetisi hanya berlangsung setengah musim dan harus dihentikan, tapi saat itu memang kondisinya sudah tidak memungkinkan karena ada gejolak dan situasi politik nasional tengah gaduh,” kenangnya.

Dalam pandangannya, apa yang terjadi sekarang punya dampak yang akan lebih buruk ketimbang dua periode yang disebutkannya sebelumnya. “Karena saat itu kita masih terbebas dari sanksi FIFA, tapi jika melihat perkembangan saat ini rasanya hukuman itu tinggal menunggu waktu saja,” tambahnya.

Sementara itu, kondisi penundaan kompetisi QNB League 2015 juga disesalkan oleh legiun asing laskar wong kito, Goran Ljubojevic. Bahkan menurut pemain asal Kroasia ini, sepanjang kariernya di sepakbola, dirinya tidak pernah menemui kondisi sepelik seperti di Indonesia.

“Saya pernah bermain di Swedia, Belgia, Iran, Singapura dan rasanya apa yang terjadi di Indonesia saat ini baru pertama saya temui,” keluhnya. Di satu sisi, dirinya memahami niat baik Menpora yang mengeluarkan kebijakan untuk memperbaiki kualitas sepakbola nasional. “Saya mendukung dan berharap kedepan tidak ada lagi pemberitaan seperti tidak dibayarnya gaji pemain atau kontrak bermasalah. Tapi sekali lagi, pembekuan PSSI yang berakibat tidak bisa berjalannya kompetisi juga bukan jalan keluar terbaik untuk masalah ini,” tegasnya.

Artikel Terkait