Laga melawan Arema Cronus akan menjadi partai cukup emosional bagi pelatih Sriwijaya FC, Beny Dollo. Pasalnya, 11 tahun yang lalu pelatih asal Manado ini juga pernah menjadi arsitek Singo Edan selama 3 musim dan memberi 3 gelar bagi Arema.

Bahkan secara terang-terangan, Bendol juga mengaku bahwa salah satu momen terbaik dalam karier kepelatihannya adalah saat menangangi Arema di kurun waktu 2004-2006. “Di Arema, saya berhasil membawa tim ini menjuarai Divisi Utama dan kembali ke Indonesian Super League. Selain itu kami juga dalam 2 tahun berurutan mampu merebut gelar Copa Indonesia, tentu itu sebuah pencapaian yang cukup baik,” jelas Bendol saat ditemui Jumat (4/9) sore.

Menurutnya, saat pertama menukangi Arema, dirinya pun punya banyak kenangan indah dan tidak terlupakan. “Saya pindah ke Arema dari Persita Tangerang dengan tugas berat yakni mengembalikan kejayaan tim ini yang baru saja terdegradasi ke divisi utama, namun kami bersyukur dalam 1 musim sudah mampu promosi lagi ke ISL,” ungkap pelatih asal Manado ini.

Di musim pertamanya tersebut, Bendol pun sering mendengar bahwa dirinya mendapat predikat pelatih AMD yakni Arema Masuk Desa. “Ungkapan itu sering saya dengar karena Arema saat itu terdegradasi sehingga harus main ke daerah-daerah yang kecil yang sebelumnya jarang didatangi saat berlaga di kompetisi tertinggi di Indonesia,” tambahnya.

Selain itu, beberapa kenangan lain yang tidak dapat dilupakannya adalah momen kala membawa gelar juara Copa Indonesia secara berturut-turut di tahun 200-2006. “Saat itu saya punya materi tim yang diisi pemain terbaik seperti Firman Utina, lalu ada Putu Gede, kemudian saya juga punya Joao Carlos yang saya anggap merupakan salah satu pemain asing terbaik yang pernah bermain di Indonesia. Gol spektakuler Emmanuel Serge dari tengah lapangan juga tidak mungkin saya lupakan,” kenangnya.

Publik Malang diakuinya juga cukup sportif dalam mendukung timnya. “Aremania sangat keras memberikan kritik, namun semuanya positif dan murni untuk kepentingan serta kemajuan tim. Jadi jangan harap pemain bisa main ke alun – alun kota Malang kalau kalah, kami pun pernah dilempari telur busuk jika bermain jelek di kandang,” pungkasnya.