Sosok Bayu Gatra menjadi salah satu bintang Sriwijaya FC saat menghadapi Pusamania Borneo FC, Jumat (18/3) malam di stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung. Golnya di menit 59 babak kedua tidak hanya memperlebar keunggulan tim laskar wong kito, namun juga meruntuhkan mental tim yang baru saja menjuarai Piala Gubernur Kaltim tersebut.

Pemain timnas ini pun mengaku golnya tersebut sangat mempunyai arti khusus baginya. Pasalnya, sorotan tajam ditujukan bagi Bayu Gatra sebelum pelaksanaan turnamen Piala Bhayangkara ini dan publik sepakbola Palembang pun mulai mempertanyakan kerjasamanya dengan pemain lain termasuk juga adaptasi dengan strategi yang dikembangkan oleh pelatih Beny Dollo.

“Pasti senang akhirnya bisa menyumbangkan gol untuk SFC, namun ini bukanlah keberhasilan saya pribadi. Semua karena kerjasama tim dan seluruh pemain, yang jelas saya sangat puas dan semoga kedepan semuanya akan berjalan lebih baik lagi,” jelas eks Bali United ini.

Bayu pun tidak menampik bahwa dirinya sempat merasa kesulitan bermain dengan strategi yang dikembangkan di SFC. “Tim SFC dihuni banyak pemain baru dan peran saya disini pun jauh berbeda bila dibandingkan dengan klub terdahulu, namun perlahan saya bisa beradaptasi dan saya yakin kedepan kami akan lebih saling mengerti,” tambahnya.

Terkait golnya tersebut, Bayu mengaku mempersembahkan khusus untuk masyarakat Sumatera Selatan yang selama ini selalu mendukung SFC. “Yang jelas gol ini untuk keluarga, manajemen tim yang selalu mensupport dan juga bagi masyarakat Sumsel yang sudah rindu dengan gelar juara, semoga di turnamen ini kami bisa menuntaskan dahaga mereka,” ujar pemilik nomor 10 di SFC ini.