Masuknya 8 pemain baru diyakini banyak pihak akan meningkatkan daya saing Sriwijaya FC menghadapi beberapa turnamen atau kompetisi yang akan digelar di 2016. Namun ternyata masuknya rekrutan anyar tersebut juga menyisakan masalah bagi manajemen laskar wong kito. Pasalnya, beberapa nama yang direkrut tersebut memiliki nomor punggung yang sudah identik selama ini dan digunakan oleh punggawa SFC musim lalu.

Seperti nomor 23 yang kini menjadi rebutan oleh 3 pemain yakni Teja Paku Alam, M Ridwan dan Bayu Gatra. Namun Teja Paku Alam sendiri akhirnya mengganti nomornya menjadi 94 sesuai dengan tahun kelahirannya guna menghormati kedua seniornya tersebut. Hal yang sama pun dilakukan Bayu Gatra yang kini memutuskan memakai nomor keramat yakni 10.

“Saya sebenarnya ingin memakai nomor 23, namun saya tahu bang Ridwan sudah lebih dulu memakainya selama ini, sehingga saya mengalah dan mencari nomor lain,” jelas eks pemain Bali United ini. Terkait keputusannya memilih nomor 10 yang dianggap nomor khusus bagi pemain sepakbola, Bayu mengaku tidak terlalu khawatir dan menganggap sebagai sebuah beban.

“Dulu waktu junior, saya pernah memakai nomor tersebut. Bagi saya tidak ada alasan khusus dan khawatir keberatan memakainya, saya percaya rejeki sudah diatur tinggal bagaimana kita bekerja keras nanti,” jelasnya. Nomor 10 di SFC sendiri memang selama identik dengan pengatur serangan dengan teknik mumpuni seperti Zah Rahan, Erick Weeks dan terakhir dipakai Osas Saha yang dinilai gagal sewaktu di turnamen Piala Jenderal Sudirman lalu.

Sama seperti Teja Paku Alam, pemain muda SFC Hapit Ibrahim pun juga harus mengganti nomor punggungnya untuk musim depan pasca kembalinya Firman Utina. “Musim lalu saya memakai nomor 15 karena terinspirasi dengan bang Firman dan berharap karier saya kedepan bisa sepertinya. Untuk musim depan, saya akan menggunakan nomor 77,” jelas pemain jebolan SFC U21 ini.

Meski senior, Firman Utina sendiri mengaku tetap meminta izin kepada Hapit Ibrahim terkait pemakaian nomor 15 di SFC untuk musim depan. “Kalau sekarang saya yang berstatus pemain baru,  tentu harus izin sama yang kemarin menggunakannya,” ungkap Firman.

Namun tidak semua rekrutan baru mendapat keistimewaan memakai nomor favoritnya. Wing back Supardi yang selama ini memakai nomor 22, termasuk saat masih di SFC dulu kini harus kehilangan angka hokinya tersebut. Musim lalu, nomor 22 sendiri memang milik Wildansyah yang juga menempati posisi serupa dan merupakan kapten ketiga SFC. “Tidak ada masalah, Wildan juga butuh dan punya hak untuk nomor itu, saya kedepan memakai nomor 2 di SFC,” jelas Supardi.

Sementara itu, dua rekrutan anyar yang menempati posisi striker yakni Airlangga Sucipto dan Beto Goncalves sama-sama identik dengan nomor 9. Belum diketahui siapa diantara keduanya yang akhirnya memakai nomor yang memang kerap digunakan oleh striker papan atas dunia ini.

Artikel Terkait