Janji manajemen Sriwijaya FC untuk mengevaluasi total tim yang gagal di turnamen Piala Jenderal Sudirman lalu terus ditunggu pecinta laskar wong kito. Namun hampir mayoritas fans SFC berharap jajaran manajemen untuk dapat mempertimbangkan menarik kembali sosok Yu Hyun Koo, gelandang pengangkut air asal Korea Selatan yang sempat menjadi bagian tim saat Piala Presiden lalu.

Pasalnya, meski sektor lini depan cukup menjadi masalah bagi SFC di turnamen PJS lalu dengan catatan gol yang sama sekali tidak impresif setelah hanya mencetak 2 gol dari 4 pertandingan, namun kehilangan Yu Hyun Koo ditenggarai sebagai salah satu penyebab lini tengah seolah tampil tanpa jenderal permainan.

Sebagai catatan, Yu Hyun Koo merupakan pemain dengan total operan dan akurasi umpan terbaik di skuat SFC pada Piala Presiden lau. Pemain asal Korea Selatan ini berperan penting dalam mengatur tempo permainan sekaligus membangun serangan Sriwijaya. Belum lagi dengan Syakir Sulaiman yang sebelumnya memegang peranan penting dalam menghubungkan lini tengah dan lini serang Sriwijaya.

Tanpa kehadiran kedua pemain ini, serangan Sriwijaya terlalu mudah dibaca karena aliran bola kerap langsung diarahkan dari belakang ke depan melalui umpan-umpan panjang yang mudah diantisipasi lawan. Pemain muda rekrutan anyar Achmad Hisyam Tolle yang diharapkan dapat mengisi peran yang ditinggal Yu Hyun Koo belum mampu memenuhi harapan itu.

Sebagai komparasi, berdasarkan data dari Lab Bola, Yu Hyun Koo pada penyisihan grup Piala Presiden lalu tercatat melakukan 62,6 operan per pertandingan dengan akurasi 83%, sedangkan Achmad Tolle meskipun akurasinya menyamai Yu Hyun Koo, namun jumlah operannya lebih sedikit di angka 39 umpan per laga.

Di PJS, Sriwijaya melepaskan 12 tembakan per pertandingan dengan shots on target sebanyak 5,75 per pertandingan, sedangkan pada turnamen sebelumnya jumlah rataan tembakan mencapai 17,3 dengan 9 shots on target per pertandingan.

Rata-rata operan pada PJS berada di angka 389,75 per pertandingan dengan akurasi 76%, menurun dibandingkan sebelumnya yang mencapai 457,7 operan per pertandingan dengan akurasi 79%. Begitu pun dengan total umpan silang dan akurasinya, jika di Piala Presiden Sriwijaya melakukan 25,7 crossing per match dengan akurasi 21%, di PJS, Sriwijaya mencatatkan 19,75 crossing per match dengan akurasi 19%.

Asisten manajer SFC, Achmad Haris sendiri tidak menampik bahwa pihaknya juga memasukkan nama Yu Hyun Koo sebagai buruan pada bursa transfer mendatang. Namun pihaknya sejauh ini belum dapat memberikan pernyataan resmi mengingat manajemen SFC terlebih dulu akan melakukan evaluasi internal terlebih dulu. “Lagipula saat ini Yu Hyun Koo masih membela Semen Padang di babak 8 besar, kita harus menghormati kontraknya di klubnya saat ini,” ujarnya singkat.