Laskarwongkito.com — Pasca-dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia atau world heritage, batik makin banyak diminati. Corak batik di berbagai daerah pun semakin berkembang. Salah satu batik yang berkembang adalah batik jumput yang kini menjadi produk unggulan Kampung Wisata Tahunan Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta.

Batik Jumput sejatinya telah ada sejak zaman dahulu. Karena tak dikembangkan, akhirnya banyak ditinggalkan dan dilupakan.

Tie Dye Mamaput

(sumber foto: 1.bp.blogspot.com)

Menurut sejarah, teknik ikat celup berasal dari Tiongkok. Teknik ini berkembang sampai ke India dan masuk ke berbagai wilayah di Indonesia melalui misi perdagangan orang India. Di berbagai daerah di Indonesia, kain ini mempunyai banyak sebutan. Misalnya sangsangan di Bali, Banjarmasin disebut sasirangan, kain pelangi di Palembang, dan di Jawa disebut kain jumputan.

Saat ini, kreasi batik Jumput lebih bervariasi. Batik Jumput dulu motif yang ada monoton. Hal itu dikarenakan media yang dimasukkan dalam jumputan kain itu tak berkembang. Jika dulu pakai kelereng dan kedelai saja untuk membentuk motif, sekarang berbagai media bisa dicoba dalam jumputan untuk membentuk motif.

563914_654724027872454_1056921260_n

(sumber foto: :1.bp.blogspot.com)

Tak heran jika berbagai motif sekarang telah bisa diciptakan dengan proses jumputan dan menjelujur seperti motif bunga, bulan sabit, segitiga, dan berbagai macam bentuk lain.

Secara umum proses pembuatan kain jumputan dibuat tanpa menggunakan lilin atau malam seperti batik pada umumnya. Kain yang dijumput, diikat dan dijelujur dengan benang kemudian dicelup pada pewarna batik. Benang ini mempunyai fungsi sama dengan malam yang menutup bagian yang tidak dikenai pewarna pada saat pencelupan. Dulu yang digunakan untuk mengikat itu karet sehingga kurang kuat, kalau sekarang pakai tali rafia agar bisa kuat sehingga motifnya menjadi baik.

maxresdefault-dian-pelangi-57e482310ab0bd8d0b10f8e2

(sumber foto: assets.kompasiana.com)

Batik Jumput juga sudah diubah menjadi produk jadi yang bervariasi. Ada tutup gelas bermotif batik jumput, kaos, baju, mukena, jilbab, maupun pashmina yang begitu unik. Kamu tertarik? (red/dil)

Artikel Terkait