Laskarwongkito.com-Baru saja uji operasi sejak Juli lalu, namun kereta LRT (Light Rail Transit) tercatat sudah tiga kali berhenti mendadak alias mogok saat membawa ratusan penumpang. Kereta kembali mengalami insiden saat melintasi Stasiun Polresta mengarah ke Stasiun Jakabaring, minggu (12/8/18).

Zulfikri selaku Dirjen KAI Kementerian Perhubungan RI menyebut kereta mogok karena terputusnya pasokan listrik dari third rail ke body kereta. Di mana kejadian ini baru pertama kali terjadi selama uji operasi.

“Pada saat insiden kemarin,operator langsung mengecek dan ternyata ada pasokan dari third rail ke dalam kereta yang terputus,” Jelasnya.

Sesuai SOP, pihaknya harus melakukan evakuasi penumpang. Evakuasi sendiri dapat dilakukan dengan dua cara yang telah ditentukan berdasarkan standard keamanan.

“Pertama dengan cara mengevakuasi ke kereta lain, kedua dengan mengevakuasi lewat walkway. Waktu evakuasi sendiri diperkirakan sekitar 15 sampai 30 menit,” kata Zulfikri.

Jika dalam waktu 30 menit kereta tidak dapat dioperasikan, maka penumpang akan dievakuasi. Sementara kereta LRT ditarik ke Depo untuk perbaikan tanpa ada penumpang.

Saat disinggung soal kurangnya waktu uji coba sehingga menyebabkan kereta beberapa kali mogok, Zulfikri mengaku tak mengetahui soal hal itu. Bahkan dia menyebut kereta LRT buatan PT INKA sudah siap beroperasi.

“Saya tidak tahu soal itu, tapi kereta LRT ini saya rasa sudah sejak awal Maret uji coba. Saya rasa sudah cukup dan sudah tidak ada masalah, kalaupun ada insiden sesekali wajar karena ini LRT pertama di Indonesia. Kita patut bangga dan harus banyak belajar,” katanya.

Dari ketiga insiden yang terjadi sejak 1 Agustus lalu, Zulfikri menyebut jika hal itu terjadi tanpa ada kesengajaan. Dia pun menyebut persoalannya selalu berbeda.

“Beda-beda masalahnya, pertama karena sensor pintu, kedua masalah sinyal dan ketiga karena kabel terputus. Ini menjadi catatan kita semua terutama menjelang Asian Games,” katanya.

Sementara PPK LRT Kemenhub, Suranto menyebut keputusan penumpang turun dari kereta saat insiden bukan dari para petugas. Melainkan dari para penumpang yang sudah merasa kepanasan.

“Keputusan kemarin untuk keluar itu dari penumpang di dalam ya, bukan petugas. Petugas juga tidak bisa berbuat banyak karena kalah jumlah,” kata Suranto.

Akibat mogoknya kereta saat melintasi Stasiun Polresta, dua kereta lain harus ikut berhenti. Hal ini dikarenakan arus listrik bertegangan 750 volt dimatikan oleh petugas.

“Kereta rusak hanya satu, tapi akhirnya aliran listrik dipadamkan oleh petugas karena berbahaya. Akibat dari itu, ada dua kereta lagi ikut berhenti beroperasi,” kata Suranto.

Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida menyebut sejak beroperasi kereta telah mengangkut ribuan penumpang. Bahkan antusias masyarakat meningkat pada saat akhir pekan.

“Dari kurun waktu 23 Juli-12 Agustus ada 85.781 penumpang. Terutama saat akhir pekan, pasti terjadi peningkatan. Tapi ini tidak mempengaruhi operasional kereta dan menyebabkan insiden,” kata Aida. (rem)

RelatedPost