PALEMBANG — Banyaknya kepala daerah di Sumatera Selatan yang terlibat melakukan tindakan korupsi dan narkoba, membuat Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Pusat, Jimly Asshiddiqie prihatin terhadap kejadian tersebut.

Menurut dia, tindakan pemimpin daerah yang melanggar hukum tersebut bisa saja disebabkan kurangnya sinergisitas antara cendikiawan muslim dan ulama. Untuk itu, sebagai wujud keprihatinan, Jimly berencana akan mengundang seluruh kepala daerah yang saat ini masih menjabat untuk diberikan pemahaman agar kasus tersebut tak lagi terulang.

Jimly mengatakan, rencana tersebut telah disetujui Kapolri Jenderal Tito karnavian yang juga berasal dari Sumsel. Dalam waktu dekat, Jimly dan Tito datang ke Palembang bertemu dengan seluruh pejabat di provinsi itu.

“Nanti saya sama pak Tito mau mengajak kumpul bupati-bupati atau kepala daerah di Sumsel. Nanti kita bimbing kesadaran moral dan spritualnya, siap diawasi, lebih waspada biar tidak ada lagi seperti itu (korupsi dan narkoba),” katanya, Rabu (14/7).

Diakuinya, Ia sedih melihat empat kepala daerah di Sumsel ditangkap KPK karena korupsi, yang satu lagi lebih parah karena narkoba. Selain itu, sambung Jimly, para pelaku tak menyadari selalu disorotipenegak hukum. Pejabat daerah juga semena-mena dalam penggunaan anggaran tanpa disertai transparansi.

“Hiduplah dengan transparan karena diawasi. Setiap orang diawasi malaikat dan iblis. Nah, kalo pemimpin disadap, kadang tidak sadar kena sadap,” tukasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya  lima kepala daerah di Sumsel yang terjerat hukum diantaranya Walikota Palembang Romi Herton dan istri, Bupati Musi Banyuasin Pahri Azhari dan istri, Bupati Empat Lawang Budi Antoni Aljufri dan istri, dan terbaru Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian. Sementara Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi alias Noviadi ditangkap karena terlibat kasus narkoba.(juniara)

RelatedPost