PALEMBANG — Sempat memimpin sebanyak dua kali, Sriwijaya FC akhirnya dipaksa menyerah kalah dari tamunya PSM Makassar dengan skor 3-4, Minggu (17/9) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang. Dengan hasil ini, laskar wong kito gagal memperbaiki posisi di klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2017 dengan poin 28, sementara PSM Makassar berhasil naik ke peringkat 3 dengan poin 45.

Pelatih PSM Makassar, Rene Albert menyebut laga berlangsung sangat menarik dan timnya beruntung bisa membalikkan keadaan. “Saya pikir ini adalah salah satu pertandingan terbaik musim ini, mereka juga menunjukkan mengapa sepakbola adalah olahraga terpopuler di dunia. Saya senang karena laga menarik ini bisa kami akhiri dengan kemenangan walau sempat tertinggal 0-2 terlebih dulu,” jelas pelatih asal Belanda ini usai pertandingan.

Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan anak asuhnya memenangkan pertandingan ini adalah bermain lebih tenang di babak kedua. “Saya katakan di ruang ganti agar mereka tidak panik dan lebih kompak. Selain itu masuknya Zulham Zamrun juga sangat membantu, Pavel Purishkin saya tarik keluar karena sebagai pemain asing kualitasnya tidak sesuai harapan dan pergantian itu mutlak harus dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Ferdinan Sinaga yang mencetak 2 gol di laga ini menyebut bahwa sepasang golnya tersebut merupakan kado indah bagi dirinya yang merayakan ultah sehari setelah laga ini. “Luar biasa sekali, laga berlangsung cantik dan kami sempat lengah dan tertinggal. Gol ini saya persembahkan untuk seluruh pemain, pelatih dan suporter PSM, selain itu juga kado indah buat diri saya sendiri yang ultah besok,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih SFC Hartono Ruslan menyebut anak asuhnya sudah bermain bagus di laga ini namun kelengahan kembali membuat poin penuh yang sudah di depan mata harus terbuang percuma. “Inilah sepakbola, mereka bermain bagus tetapi hasil akhir kembali tidak menaungi kami. Ada momen dimana pemain kehilangan konsentrasi dan harus dibayar mahal,” jelasnya.

Menurutnya meskipun kalah namun ada peningkatan kualitas permainan yang ditunjukkan pemain di lapangan. “Saya percaya dan pemain juga sama, kami tetap yakin bisa memberikan yang terbaik, bangkit dari situasi ini. Hadirnya Kayamba juga sudah membantu, tetapi sekali lagi kami harus bekerja lebih keras lagi nanti,” tambahnya.

Sementara itu, Nur Iskandar tidak mampu menahan kesedihannya setelah SFC kembali gagal meraih poin penuh di laga kandang. “Setiap bermain di kandang, seluruh pemain sangat fokus ingin memberikan kebahagiaan untuk suporter, karena mereka selama ini terus mendukung kami. Apalagi banyak dari mereka yang datang dari jauh hanya untuk memberikan semangat buat kami. Saya mewakili pemain lain meminta maaf untuk hal ini, semua sedih karena gagal memberikan yang terbaik untuk mereka,” ujar pemain asal Papua ini.

Jalannya pertandingan

Di babak pertama, Sriwijaya FC langsung tampil menyerang dan mengurung pertahanan tim tamu. Sebuah kemelut di depan gawang PSM Makassar yang dijaga oleh eks pemain SFC Rivky Mokodompit nyaris berbuah hasil, namun tendangan Nur Iskandar masih mampu dihalau oleh Hamka Hamzah.

Terus menyerang, SFC akhirnya mampu menciptakan gol melalui tendangan keras Hilton Moreira di menit 12. Gol indah ini berawal dari akselerasi Tijani Belaid dari sisi kanan pertahanan PSM, umpan matangnya berhasil dimanfaatkan dengan baik dan sepakan kerasnya meluncur deras tanpa mampu ditepis oleh Rivky.

Setelah gol ini, pertandingan berlangsung lebih menarik dan kedua kesebelasan tampil agresif. Skuad Juku Eja bahkan sempat mendapat peluang emas melalui M Rahmat, namun sundulannya setelah menerima umpan Wiljan Pluim masih melebar dari sisi gawang SFC yang dikawal oleh Teja Paku Alam. Di babak pertama sendiri, wasit Oky Dwi Putra mengeluarkan 1 kartu kuning bagi pemain SFC, Tijani Belaid karena dianggap mengulur waktu. Skor 1-0 sendiri menutup 45 menit babak pertama.

Sementara itu, banjir gol terjadi di babak kedua dan dimulai dengan gol Aberto Goncalves di menit 48. Namun PSM langsung tersentak dan menyamakan kedudukan dalam 3 menit lewat Ferdinan Sinaga di menit 60 dan Wiljan Pluim di menit 62. Tetapi free kick indah dari Tijani Belaid kembali berhasil membawa SFC unggul di menit 68.

Tim tamu yang tidak menyerah kemudian berbalik unggul setelah Ferdinan Sinaga mencetak gol keduanya di laga ini menit 74 dan ditutup oleh Stevel Pauelle yang kembali merobek gawang Teja Paku Alam di menit 78. Gol pemain asing asal Perancis ini sendiri menjadi penutup di laga ketat dan menghibur ini. (dedi)

Artikel Terkait