PALEMBANG — Tidak hanya menghasilkan rekor-rekor baru, laga Sriwijaya FC melawan Persegres Gresik, Minggu (5/11) kemarin di stadion Madya Bumi Sriwijaya Palembang juga menyisakan cerita unik. Salah satunya mengenai petugas papan skor yang sempat panik saat laga berlangsung.

Pasalnya, setelah jeda babak pertama skor sudah menunjukkan keunggulan 6-1 bagi laskar wong kito dan pertandingan masih akan dimainkan 45 menit lagi. Sementara stok angka di papan skor dikhawatirkan tidak cukup bila SFC terus menambah jumlah golnya.

Puncaknya saat babak kedua sudah dimainkan dan skor berubah menjadi 9-2, ketakutan itu akhirnya terbukti. Panpel pertandingan SFC tidak memiliki angka 10 yang dibutuhkan bila terjadi gol tambahan nantinya.

“Memang sedikit kaget karena diluar kebiasaan, jarang sekali sebuah pertandingan sepakbola sampai menghasilkan hingga 10 gol. Karena itu selama ini petugas pun tidak membawa angka yang banyak, paling sampai 7 dan itu pun tidak yakin akan terpakai,” ungkap Faisal Mursyid, sekretaris PT SOM yang juga panpel pertandingan SFC saat dihubungi Senin (6/11) sore.

Setelah babak pertama usai, pihaknya memang sudah mengingatkan seluruh petugas untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. “Saat skor sudah 8-2, kami memang sudah menginstruksikan agar disiapkan angka 10, namun karena tidak ada maka petugasnya terpaksa mengakali dengan membuat angka 1 dari lakban. Ini situasi darurat dan terpaksa dilakukan agar tidak menganggu jalannya pertandingan,” jelasnya.

Dalam kesempan tersebut, Faisal juga menyatakan bahwa stadion Madya Bumi Sriwijaya Palembang merupakan salah satu venue yang akan dipakai pada pelaksanaan pertandingan cabor sepakbola wanita pada Asian Games 2018 mendatang. “Ada 2 stadion nanti yang akan dipakai, selain stadion Madya Bumi Sriwijaya juga ada stadion GSJ. Sementara lapangan latihan juga akan ditambah, salah satunya adalah lapangan di komplek venue atletik Jakabaring Sport City,” bebernya. (dedi)

Artikel Terkait