PALEMBANG — Untuk menyukseskan provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi tuan rumah event internasional Asian Games 2018, pemprov Sumsel mematangkan semua persiapan, termasuk venue Olahraga.

Oleh karena itu, pemprov Sumsel menggelar rapat Konsultasi Publik Pengadaan Tanah Untuk Lokasi Pembangunan Venue Dayung yang akan digunakan pada pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang di Aula Kalpataru Lantai III Dinas Lingkungan Hidup dan Pertahanan, Kamis (02/02).

Asisten Pemerintahan dan Kesra Ahmad Najib, usai menghadiri rapat mengatakan, bahwa rapat dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat terkait pembebasan lahan yang ada di area venue dayung selama ini, sehingga proses pembebasan bisa berjalan lancar sesuai yang diharapkan.

“Ya ini salah satu wujud rasa terima kasih kami kepada tuhan yang maha esa dan masyarakat yang telah mempercayai pemerintahan, sehingga semua bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Menurutnya, lahan yang  tadinya hanya 1200 diperpanjang baik yang ada di Selatan maupun di Utara menjadi total 2200, untuk perluasa tersebut tentunya ada pengadaan tanah sebagai perluasan jarak yang ada selama ini,untuk lahan di selatan akan dipergunakan untuk membangun sarana dan prasarana.

“Alhamdulillah ada beberapa saja yang di utara dan  di selatan ini ada sekitar 5,5 hektar dari 7,8 hektar,semisal titiknya dimana kemudian di tempatnya Bagaimana,” urainya.

Dijelaskannya pengerjaan akan dimaksimalkan karena pada 22 Juli 2017 nanti sudah akan dilaksanakan event International Championship yang akan digelar ditempat tersebut.

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup dan Pertahanan Edwar Chandra menyampaikan alokasi dana yang dipersiapkan baru bisa diketahui secara pasti  setelah ada penilaian KJPP, namun alokasi anggaran untuk yang lintasan dayung termasuk yang tanah-tanah sisa selama ini yaitu lebih kurang 30 miliar.

“Kita intinya menunggu penilaian dari KJPP tersebut,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost