PALEMBANG — Nama Sumatera Selatan kembali harum di panggung nasional. Adalah seorang Tito Karnavian yang dilantik Rabu (13/7/2016) menjadi orang nomor satu di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia. Sebelumnya, Tito diajukan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kapolri.

Karir pria kelahiran Palembang, 26 Oktober 1964 ini melejit dan seringkali mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa atas kasus besar yang ditanganinya. Selain itu, Jenderal Polisi Bintang Tiga ini pun terkenal dengan spesialisasi di bidang kontra terorisme yang mengantarkannya menduduki posisi nomor satu di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sejak Maret 2016 lalu.

Kita mesti bangga, karena begitu banyak tokoh-tokoh asli asal Sumsel yang berkiprah secara nasional dan sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing. Siapa saja mereka?  Berikut lima nama yang dihimpun redaksi LWK dari berbagai sumber:

  1. Tito Karnavian

01 Tito OK

Perwira Polisi berpangkat Komjen Pol ini tengah hangat dibicarakan setelah Presiden Joko Widodo mengajukan namanya sebagai calon tunggal Kapolri kepada DPR RI.

Tito lulus dari Akabri tahun 1987. Saat ini, Ia menjadi satu-satunya perwira Polisi angkatan  ’87, yang sudah menyandang pangkat bintang tiga di bahunya. Sehingga, dibanding beberapa nama jenderal polisi berbintang tiga yang masuk dalam bursa prediksi calon Kapolri, Tito merupakan yang paling muda.

Karirnya melejit saat tim yang dipimpinnya, sukses menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tomy Soeharto, dalam kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiudin pada 2001. Setelah itu, karirnya pun ‘moncer’ yang diikuti dengan kenaikan pangkat luar biasa, atas keberhasilannya dalam penanggulangan terorisme dan saat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, prestasi terpentingnya adalah cepatnya polisi dalam menguasai keadaan kota Jakarta atas ‘serangan terbuka’ teroris bom Sarinah.

  1. Taufik Kiemas

02 Taufik OK

Almarhum Taufik Kiemas merupakan suami dari Presiden V RI, Megawati Soekarno Putri. Ia dilahirkan di Jakarta, 31 Desember 1942. Mantan aktivis mahasiswa ini, karir politiknya termasuk mulus seperti halnya dengan karir bisnisnya.

Kiprahnya di dunia politik dan bisnis, mengantarkannya menjadi Ketua MPR RI periode 2009-2014 Taufik Kiemas termasuk sosok yang disegani di dalam partai PDI Perjuangan. Hampir tak ada konflik berarti yang terjadi di dalam internal partai berlambang kepala banteng tersebut.

Salah satu bentuk kegigihan seorang Taufik adalah dengan memperkenalkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Beliau meninggal di Singapura, 8 Juni 2013 pada usia 70 tahun.

  1. Susno Duaji

03 Susno OK

Salah satu sosok Wong Kito yang pernah masuk dalam Ring 1 jabatan di Polri adalah Komjen  Pol (Purn) Susno Duadji. Jabatan terakhirnya adalah Kebareskrim Polri. Secara kedudukan, ia menjadi orang nomor lima terpenting di Polri dan seringpula disebut sebagai “Tribarata 5”, sesuai dengan urutan jabatan : Kapolri, Wakapolri, Irwasum Polri, Kabaharkam Polri dan Kabareskrim Polri.

Sebelum diangkat sebagai Kabareskrim Polri hingga diberhentikan pada November 2009, Susno ditugaskan di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tahun 2004 dan menjabat sebagai Kapolda Jabar sejak Januari 2008.

Susno menjadi sosok kontroversi saat institusinya berseberangan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2009, dan menyebut Polri sebagai Buaya dan KPK hanyalah seekor cicak. Akibat ucapannya itu, gelombang protes pun bermunculan di mana-mana sehingga muncullah fenomena “Cicak vs Buaya”.

  1. Jimly Asshiddiqie

04 Jimly OK

Putra kebanggaan Sumsel berikutnya adalah Jimly Asshiddiqie. Ia adalah sosok akademisi yang berdedikasi bagi negara. Salah satu prestasi yang pernah ia buat adalah membidani lahirnya Mahkamah Konstitusi di tanah air dan menjadi . Selain karena kepakarannya di bidang kehakiman dan tata negara, Jimly juga dianggap bersih dari anasir politik.

Kepercayaan negara kepadanya sudah dimulai sejak masa pemerintahan Soeharto dan ditunjuk menjadi staf ahli Menteri Pendidikan RI. Lalu berturut-turut di setiap kepemimpinan presiden ia senantiasa dilibatkan dalam urusan kehakiman dan tata negara.

Puncaknya adalah saat ia terlibat dalam pembentukan lembaga Mahkamah Konstitusi dan ditunjuk sebagai salah satu hakim konsitusi sekaligus dipilih pula menjabat ketua MK untuk dua periode berturut-turut 2003-2006 dan 2006-2008, sebelum digantikan oleh Mahfud MD.

  1. Marzuki Alie

05 Marzuki Alie

Tokoh nasional lain yang berjaya di kancah nasional adalah Marzuki Alie. Salah satu prestasi terbesarnya adalah dengan menduduki posisi sebagai Ketua DPR RI periode 2009-2014 dari Partai Demokrat.

Namun, banyak yang tidak mengetahui jika jauh sebelum terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai Ketua DPR RI, di tanah sendiri tepatnya di Baturaja, Kabupaten OKU, Marzuki Alie menjadi salah satu tokoh yang berhasil mempertahankan BUMN Semen Baturaja dari akuisasi asing. Saat itu, PT Semen Baturaja direncanakan akan diakuisisi oleh Cemex Mexico melalui right issue PT Semen Gresik Tbk.

Melalui tangannya, Ia berperan dalam menyehatkan perusahaan tersebut dari kondisi negative value berdasarkan penilaian Boston Consulting Group tahun 1999, menjadi bernilai aset Rp.1,2 triliun pada tahun 2001. (pdz)

RelatedPost