PALEMBANG — Sama seperti musim sebelumnya, punggawa Sriwijaya FC punya kesibukan tambahan selama bulan suci Ramadhan. Tidak hanya tetap berlatih keras seperti biasa, TA Mushafry dkk punya aktifitas lain diluar sepakbola.

Setiap sore, para pemain laskar wong kito menyempatkan diri melakukan buka puasa di masjid yang terletak di depan wisma atlet Jakabaring. Tidak hanya buka puasa bersama, para pemain dibantu official tim SFC juga membagikan takjil kepada para pengunjung yang kebetulan melakukan shalat maghrib disana.

“Ini adalah bentuk kepedulian bersama, karena banyak pengunjung di GSJ yang tidak sempat untuk pulang ke rumah dan terpaksa buka puasa disini. Tidak banyak yang disiapkan, namun semoga dapat membantu,” ungkap Ichsan Kurniawan saat ditemui di lokasi, Senin (29/5) sore.

Selain kurma dan minuman segar, para pemain SFC juga menyiapkan snack ringan kepada para pengunjung. Dana untuk takjil ini pun merupakan swadaya dari seluruh pemain. “Memang sudah disiapkan sejak lama dan jadi tradisi SFC, apalagi kemarin juga ada tes penerimaan Polri sehingga banyak rekan sesama muslim yang tidak sempat pulang,” tambahnya.

Sementara itu, meski awalnya sempat menyatakan hanya akan menggelar latihan di malam hari selama bulan Ramadhan, skuad SFC akhirnya tetap berlatih di sore hari. Kebijakan ini dilakukan untuk lebih memberikan kesempatan ibadah shalat taraweh bagi pemain muslim. “Kemarin kita sudah berdiskusi dengan pemain, dan mereka menyatakan lebih nyaman berlatih sore hari jelang buka puasa sehingga malam harinya dapat lebih khusyuk shalat taraweh. Tentu hal ini harus dihormati dan saya tidak mempermasalahkannya,” ujar pelatih SFC Oswaldo Lessa saat dikonfirmasi.

Untuk 8 pemain SFC lainnya yang beragama non muslim, Lessa menyebut memberikan program tambahan yakni fitness agar kondisinya tetap terjaga. “Sejauh ini meski puasa tidak ada kendala di sesi latihan, mereka tetap memberikan 100 persen dan saya senang persiapan tidak terganggu,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait