Sriwijaya FC mengawali turnamen Piala Presiden 2015 dengan hasil positif. Meski dibayanggi kelelahan fisik, laskar wong kito sukses mengalahkan lawannya PSGC Ciamis dengan skor tipis 1-0 dalam laga yang dimainkan di stadion Kanjuruhan Malang, Selasa (1/8) sore. Gol semata wayang bagi SFC dicetak oleh Syakir Sulaiman di menit 23 babak pertama dan bertahan hingga pertandingan berakhir.

Pelatih SFC, Beny Dollo mengaku sangat bersyukur dengan hasil ini mengingat sederat masalah mendera anak asuhnya. “Pertama harus dipahami bahwa kami baru memulai latihan pada 17 Agustus lalu, jadi persiapannya sangat singkat. Itu pun tidak semuanya langsung berkumpull,” jelas eks pelatih timnas senior ini.

Selain itu, SFC pun harus mengalami keterlambatan penerbangan selama 5 jam di bandara SMB II Palembang dan diikuti gangguan di perjalanan darat saat dari Surabaya menuju Malang. “Jadi hasil ini sangat kami syukuri, karena fisik pemain masih sekitar 70 persen. Karena itu konsentrasi saat bermain pun saya akui masih lemah, sesuatu hal yang tidak boleh kami ulangi di pertandingan berikutnya,” ujarnya. Menurut Bendol, pihaknya di turnamen ini mencanangkan target untuk lolos dari putaran grup terlebih dulu.

Kapten tim SFC, Titus Bonai juga mengatakan hal yang sama bahwa kemenangan ini sangat krusial bagi dirinya dan seluruh anggota tim. “Saya sudah katakan bahwa partai pertama selalu menyulitkan, hari ini pun SFC sebenarnya kita bisa unggul lebih dari 1 gol, tapi kurang tenang dalam penyelesaian akhir. Saya pribadi pun tidak masalah tidak mencetak gol, kepentingan tim lebih utama dan yang terpenting tim bermain maksimal,” jelasnya singkat.

Sementara itu, pelatih PSGC Ciamis Heri Rafni Kotari mengaku materi pemain yang berbeda menjadi pembeda dalam laga ini. “Jika melihat hasilnya tentu kami sangat kecewa, tapi kami sudah berjuang sekuat tenaga. Tapi harus diakui materi pemain SFC jauh lebih berpengalaman dan sepanjang pertandingan sangat merepotkan,” ungkapnya saat jumpa pers usai pertandinan.

Diakuinya, 1 kesalahan di babak pertama diakuinya merubah hasil pertandingan dan sulit bagi anak asuhnya bangkit kembali. “Mereka bisa memanfaatkan kesalahan pertama kami menjadi gol, itu harus dibayar mahal sementara pemain kami kurang tenang dalam penyelesaian akhir,” ungkap anggota DPRD Ciamis ini. Secara khusus dirinya pun memuji penampilan Titus Bonai yang menurutnya layak menjadi man of the match di laga ini. “Tibo sangat merepotkan, pergerakannya juga sangat membahayakan. Dia pantas menjadi pemain terbaik di laga ini,” pungkasnya.