Palembang – Sekitar 50-an wartawan dan wartawati yang sehari-harinya bertugas di Pemprov Jawa Timur, berkunjung ke Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (3/11). Selain disajikan progres perkembangan Sumsel terkini, puluhan awak media ini juga diajak menonton video singkat persiapan Asian Games 2018, di Ruang Rapat Bina Praja Provinsi Sumsel.

Kedatangan rombongan awak media ini didampingi langsung oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Jatim. Selain rekreasi dan silaturahmi kedatangan mereka ini juga dalam rangka melihat langsung potensi wisata yang ada serta persiapan Asian Games.

“Banyak alasan kami kenapa memilih ke Sumsel. Semoga saja dengan keahlian menulis teman-teman ini nanti bisa dituangkan misalnya tentang potensi wisata. Jadi kami mohon bimbingannya,” ujar Karo Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Beny Sampriwanto.

Selama kurang lebih 30 menit berkunjung, wartawan dari berbagai media di Jatim itu juga diajak menonton video perisiapan Palembang sebagai salah satu tuan rumah Asian Games 2018. Dalam video berdurasi sekitar 5 menit itu, insan media diajak melihat langsung kesiapan venue-venue yang akan digunakam untuk pertandingan di antaranya venue bowling, shooting range, tennis dan progress upgrading venue lainnya. Persiapan yang luar biasa itu tak urung membuat awak media terkesima.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumsel Ahmad Nadjib yang berkesempatan menemui langsung rombongan tersebut mengatakan, Sumsel memang tidak main-main mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Asian Games. Karena itu mereka tak hanya mengandalkan APBD dan APBN untuk membangun infrastruktur penunjang.

“APBD kami kecil cuma Rp8 triliun lebih. Makanya kami gandeng perusahaan-perusahaan di Sumsel. Jadilah mereka seperti PTBA membantu membangun convention hall” ujarnya.

Mengenai kedatangan rombongan ini Ahmad Nadjib mengaku senang sekali. Dengan kehadiran kawan-kawan dari Jatim dia berharap banyak potensi wisata khususnya sport tourism yang bisa diangkat untuk diberitakan sehingga Sumsel makin terkenal.

“Sumsel dan Jatim ini punya banyak kesamaan dan kedekatan. Salah satunya sama-sama mau Pilkada” ujar Nadjib yang langsung disambut tawa awak media.

Demikian halnya menanggapi pertanyaan dari salah seorabg awka media bernama Faid dari Harian surya soal keberlangsungan LRT. Ahnad Nadjib mengatakan bahwa LRT merupakan sistem transportasi solusi untuk masyarakat.

“Jadi transportasi ini bukan temporary untuk Asian Games tapi prinsip bagaimana bisa menjadi infrastruktur pilihan. Dengana adanya 13 titik pemberhentian dan kajian utuh dengan zona yang dilalui kami yakin angkutan ini akan jadi pilihan masyarakat. Lagi pula kami sudah bekerjasama dengan banyak federasi internasional untuk penyelenggaraan event internasional,” jelasnya. (dedi)

Artikel Terkait