PALEMBANG — Selain dari kualitas drainase (saluran air), kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota Palembang menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya banjir dikala curah hujan cukup tinggi. Idealnya, luas RTH di sebuah kota minimal harus 30 persen dari total luas kota.

Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda atau yang lebih akrab disapa Finda menyadari hal tersebut. Untuk itu dirinya tergerak menciptakan RTH dengan luas ideal tersebut. Bersama Asisten III Pemprov Sumsel Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Ahmad Najib, Finda menanam pohon untuk penghijaun dan juga daerah resapan air.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bermanfaat untuk program penghijauan di kota Palembang. Penghijauan ini bermanfaat untuk mencegah potensi bencana alam. Kalau di Palembang kita tahu ada banjir,” ungkapnya pada puncak Acara Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di RTH Perumahan Grand City, Talang Kelapa, Palembang, Senin (28/11).

Untuk mencapai target RTH sebesar 30 persen, menurut Finda pihaknya akan melakukan penanaman pohon secara bertahap. Untuk tahun ini ditargetkan 20 ribu pohon dapat ditanam.

Tahun depan, lanjut Finda, program penanaman pohon tidak akan berhenti hingga target Palembang bebas banjir teralisasi.

“Insya Allah program penghijauan in bisa mencegah atau paling tidak mengurangi banjir di kota Palembang,” tandasnya.

Sementara Ahmad Najib pada kesempatan sama, berharap program penghijauan ini tidak sebatas simbolis, melainkan terus berlanjut nhingga tuntas.

Dirinya berharap dua tahun  ke depan, Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018 bebas banjir.

“Mudah-mudahan pohon yang kita tanam hari ini cepat tumbuh dan dapat menyerap air dengan efisien,” ujarnya sembari menanam pohon kelengkeng  pada acara tersebut.(juniara)

RelatedPost