Palembang – Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Provinsi Sumsel Prof Eduar Juliartha membuka Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II Angkatan VII Tahun 2018 di Aula Putri Kembang Dadar, Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Daerah (BPSMD) Provinsi Sumsel, Senin (19/3). Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II Angkatan VII Tahun 2018 diikuti sebanyak 54 peserta baik dari Provinsi Sumsel maupun luar Provinsi Sumsel.

Pada pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II Angkatan VII Tahun 2018, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Provinsi Sumsel didampingi Deputi Bidang Kajian dan Kebijakan RI M. Taufik dan Kepala BPSMD Provinsi Sumsel Musni Wijaya.

Eduar mengatakan, penyelenggaraan diklat ini memiliki strategi dalam penyusunan dan penyelenggaraan pemerintah baik di tingkat pusat maupun di daerah. Penguatan ini perlu dilakukan melalui pengembangan kompetensi penyelenggaraan pemerintahan, khususnya sebagai peserta diklat ini.

“Sekiranya kondisi seperti ini dapat terpenuhi, maka akselerasi penyelenggaraan pemerintahan daerah dapat berjalan dengan baik dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat sebagaimana kita cita-citakan dapat segera terwujud,”ujarnya.

Pada sisi lain, dirinya menilai penyelenggaraan diklat ini juga diharapkan bisa menguatkan terhadap penguatan bangsa melalui internalisasi nilai kejayaan, kebangsaan dan patriotisme antar peserta yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Sumsel atau luar Provinsi Sumsel. Hal tersebut sejalan dengan program Nawa Cita Pemerintah yang terkait dengan tiga hal berikut.

Pertama, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Kedua, meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kemudian Ketiga melakukan renovasi karakter bangsa dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarga negaraan.

Dalam rangka mendukung hal tersebut, lanjut Eduar pengembangan kompetensi ASN dibutuhkan oleh sebuah organisasi pemerintah sebagai tuntutan lingkungan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, globalisasi dan peningkatan daya saing bangsa, serta harapan masyarakat terhadap kinerja pemerintah yang terus berkembang, sejalan dengan perkembangan dan dinamika masyarakat.

“Peran kepemimpinan perlu adanya suatu langkah yang proaktif dari seorang Pemimpin untuk melibatkan partisipasi aktif dari berbagai stakeholder terkait yang memiliki visi, misi, dan strategi jangka panjang agar pembangunan dapat berkelanjutan,”katanya.

Pada kesempatan ini juga dirinya berpesan para peserta diklat untuk mengikuti diklat ini dengan sebaik-baiknya bukan hanya sekedar prasyarat jabatan saja, namun ini adalah proses belajar mengajar untuk membentuk mentalitas, kepemimpinan yang inovatif dan berwawasan ke depan sebagai agen pemimpin perubahan dan Gunakan kesempatan mengikuti diklat ini se-optimal mungkin, dengan bersikap pro-aktif dengan penuh kedisiplinan, ketekunan dan tanggungjawab. Kemudian membangun komunikasi dan kerjasama yang kompak secara intensif, untuk membangun Indonesia yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Artikel Terkait