Laskarwongkito.com-Kemenangan Christopher Rungkat/Aldilla Sutjiadi di nomor ganda campuran Asian Games 2018 akhirnya dapat mengakhiri paceklik medali Indonesia dari cabang tenis di pesta olahraga terbesar di Asia.

Kali terakhir Indonesia meraih medali dari cabang tenis di Asian Games adalah pada 2002. Di Busan, Korea Selatan, tim beregu putri Indonesia sukses meraih medali emas. Wynne Prakusya, Angelique Wijaya, Wukirasih Sawondari dan Liza Andriyani kala itu naik podium tertinggi setelah mengalahkan Jepang di babak final.
Setelahnya, mulai Asian Games 2006, Indonesia sama sekali tak pernah mendapat medali dari cabang tenis.
Di babak final, pasangan Christo/Aldilla yang menempati unggulan 11 bertemu lawan tangguh yakni Sonchat Ratiwana/Luksika Khumkum yang merupakan unggulan 5.
Laga sendiri berlangsung sengit dan kejar mengejar angka terus terjadi sebelum akhirnya berakhir denhan skor 6-4, 5-7, 10-7.

Christo : Palembang Hoki Buat Saya

Christopher Rungkat terlihat sangat emosional usai memastikan medali emas bagi kontingen Indonesia di nomor ganda campuran tenis Asian Games 2018, Sabtu (25/8) sore di stadion tenis Jakabaring Sport City. Sebelum partai final digelar, Christo sendiri mengaku sangat optimis mampu meneruskan tren positifnya saat bermain di depan publik Palembang.
“Palembang sangat membawa hoki buat saya, semua bisa melihat bagaimana pendukung Indonesia disini begitu luar biasa. Saya juga punya catatan bagus bila pertandingan dimainkan di Palembang,” ujarnya usai pertandingan.
Sebelumnya saat SEA Games 2011 lalu, Christo sendiri mampu meraih 3 medali emas di nomor beregu putra, tunggal putra dan ganda putra. “Saat Davis Cup melawan Iran di tahun 2015 kami juga berhasil menang di Palembang,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Adilla Sutjiadi yang mengaku sangat yakin bisa memenangkan laga ini. “Bukannya takabur, namun setelah masuk final kami sangat yakin. Apalagi dimainkan di kandang sendiri, selain itu setelah 16 tahun tanpa gelar tentu kami ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujarnya singkat.
Pelatih kepala tenis Indonesia, Frank Van Fraaijenhoven sendiri mengaku peran suporter sangat berperan dibalik kemenangan Christo/Aldilla. “Saat poin-poin kritis misalnya tie break 7-7, sangat penting bagi pemain bila mendapat dukungan dari penonton. Di final ini, dukungan suporter membuat kami juga sangat diuntungkan, 60-40 buat Indonesia dan saya senang bisa membantu tenis Indonesia meraih medali di Asian Games ini,” tegasnya. (mto)

Artikel Terkait