PALEMBANGĀ — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin gencar dalam upaya penekanan terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dengan cara membentuk komite tunas dan sistem integritas di setiap daerah di Indonesia.

Grup Head pendidikan dan pelayanan masyarakat, deputi bidang pencegahan KPK, Asep Chaeru mengatakan korupsi adalah bermula dari permasalahan integritas. Jika integritas meningkatkan maka KKN akan menurun, begitupun sebaliknya.

“Bagaimana membangun integritas?, salah satunya dengan menggelar workshop pembentukan integritas bagi para pejabat pemerintah dan satuan kerja perangkat daerah untuk membahas strategi pengendalian KKN, karena workshop itu merupakan satu pintu membangun budaya integritas nasional juga daerah ” jelasnya.

Kalau ini bisa dikendalikan, sambung Asep Chaeru, maka secanggih apapun sistem untuk korupsi akan mandul (tidak terjadi). “Korupsi itu berbahaya, karena jika sudah terpedaya maka efek yang dihasilkan busa membuat lupa dab bodoh, coba kita lihat yang masuk penjara karena korupsi itu orang-orang hebat, untuk itu kita bangun sistem menyelesaikan KKN secara bersama dari integritas nasional,” jelasnya usai membuka workshop pembentukan integritas bagi pemerintah Sumsel, Rabu (10/8) di hotel Daira Jayakarta.

Hingga saat ini, Asep mengatakan hingga sudah ada 42 komite integritas yang terbentuk yang dinamakan kementerian lembaga organisasi pemerintah daerah yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

“Memang bukan KPK yang membentuk komite integritas, kita hanya mentriger nanti masing-masing kau sudah sadar maka pemerintah daerah inisiatif membuat sendiri. Jadi awalnya mereka mendorong melalui Pergub dan dan Persa sehingga ada kerjasama antara DPRD dan pemerintah yang direalisasikan bersama-sama,” tuturnya.

Ditambahkannya, peran komite integritas tidak berhenti sampai disini, tetapi nantinya akan berkelanjutan dan membentuk sebuah satu kesatuan. Rencana besar yang memiliki fungsi dan sistem yang sama.”Kita bentuk komite integritas, jika negatif tidak kita lanjutkan tetapi yang positif dilanjutkan dampaknya mudah-mudahan rencana besa tidak bencana jika dijaga dari KKN,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost