PALEMBANG — Mantan Kepala Dinas Sosial provinsi Sumatera Selatan, Apriyadi memastikan  Taruna Siaga Bencana (Tagana) agar siap dan tanggap dalam waktu satu jam di lokasi pasca terjadinya bencana alam.

Terutama, saat ini Indonesia khususnya Sumsel tengah menghadapi cuaca ekstrim. Meskipun masih ada kekurangan dan kelebihan dari Tagana, Apriyadi berharap kedepannya dapat dibenahi oleh Plt Kepala Dinsos yang menggantikannya.

” Untuk itu Pak Belman harus meneruskan untuk menjalani program selanjutnya. Apalagi kedepan ada kewenangan yang sebelumnya di kabupaten/kota ke provinsi,” kata dia usai  kegiatan pisah sambut dengan Plt Kadinsos Provinsi Sumsel Belman Karmuda selaku pembina Tagana sekaligus peresmian Posko Tagana di kantor Dinsos Sumsel, Selasa (22/11).

 Apriyadi yang menjabat Staf Ahli Bupati Muba Bidang Keuangan, mengatakan, pelayanan kepada masyarakat terhadap panti, yang selama ini 11 panti kembali ke provinsi dan itu perlu ditingkatkan lagi dari sisi anggaran dan SDM. Juga  masalah kemiskinan juga masih banyak yang menjadi PR besar bagi Dinsos Sumsel supaya nantinya lebih fokus lagi dalam melaksanakan programnya.

“Anggaran, saya sudah mengajak kawan-kawan untuk menyusun anggaran ke pelayanan-pelayanan pokok. Sedangkan untuk yang lain bisa dicari ke pusat dan melobi ke kementerian, panti juga masuk ke pokok. Jadi Tagana ini juga dapat digerakan ketika adanya musibah yang terjadi di Sumsel,” jelas dia.

Mako ini sendiri dibangun dari dana swadaya dan ini akan membuat kawan-kawan di kabupaten/kota bangga dengan memiliki Mako yang jelas. Dengan ini sehingga identitas Tagana menjadi jelas.

“Kedepan nanti Pak Belman dapat melengkapi untuk fasilitasnya. Namun memang harus dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Sementara Belman mengatakan, setelah mendapat kewenangan dan amanah dari gubernur, dirinya akan meneruskan kebijakan-kebijakan yang dilakukan Apriyadi.

Cuaca yang tengah seperti ini, pihaknya mempersiapkan seperti Mako Tagana. Tenaga personil siap, bantuan-bantuan evakuasi tenda makanan dll juga sudah siap.. Kedua UU No 23 tahun 2015 kewengan provinsi UPTD, panti-panti yang ditangai Dinsos, 3 Mura, 2 Muba, 1 OKI, dan 1 di OI. Sisanya di Palembang.

“Saat ini sudah 256 penghuni PGOT, baik terlantar anak jalanan, dan ini tak menutup kemungkinan akan bertambah. Apalagi di event Asian Games, dimana Palembang sebagai pintu gerbang masuk Sumsel akan jangka panjang. Program masalah kemiskinan dan merupakan tugas pokok Dinsos,” tutup Belman. (juniara)

RelatedPost