PALEMBANG — Mengeyam pendidikan di perguruan tinggi merupakan hal yang penting bagi generasi penerus agar memiliki bekal yang cukuk untuk melanjutkan estafet pembangunan bangsa Indonesia. Namun, sayangnya tidak seluruh pemuda di provinsi Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung dapat mengecap dunia perkuliahan.

Mengacu pada besaran Angka Partisipasi Kasar (APK) Sumsel tahun 2015. Dimana, APK Sumsel hanya mencapai 23,84 persen di bawah angka rata-rata nasional sebesar 26 persen. Artinya, baru sekitar 24 persen pemuda Sumsel dan Bangka Belitung di usia tersebut yang bisa mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi.
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah II-A SumselBabel, H M Helmi, mengatakan dengan angka APK seperti itu, jelas menunjukkan bahwa di Sumsel ini masih banyak pemuda usia 19-23 tahun yang belum bisa mengakses Perguruan Tinggi.

” Jadi jika untuk mengharapkan PTN saja itu tidak cukup maksimal karena keterbatasan jumlah PTN yang ada,” terang pada awak media, Kamis (02/02).
Lebih lanjut, Helmi mengatakan jika Sumsel tetap mengandalkan PTN yang daya tampungnya sangat kecil, bisa dipastikan APK nya akan semakin rendah mencapai 10 persen saja.

Dengan rendahnya APK tersebut adalah satu penegasan tentang pentingnya peranan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam menyediakan akses pendidikan dan daya tampung bagi masyarakat Sumsel.
“APTISI sebagai wadah berkumpul dan berjuang bagi para civitas PTS memiliki peran strategis membantu pemerintah dalam menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul bagi wilayah Sumsel,” ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini, APTISI sudah berupaya untuk meningkatkan nilai APK PT yang ada di Sumsel dengan melakukan kegiatan yang sifatnya membangun, serta melakukan koordinasi intensif dengan Kopertais Wilayah II Palembang dalam upaya mencari solusi yang dihadapi oleh APTISI Wilayah II-A.

Ditambahkan, bahwa APTISI sangat mengapresiasi adanya program-program beasiswa yang disalurkan oleh pemerintah. Hanya saja, Helmi berharap perhatian pemerintah tersebut harusnya lebih condong kepada PTS. Begitupun bagi Pemerintah daerah yang mau membantu, agar lebih memperhatikan PTS dibanding PTN.

“Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai APK di Sumsel, sudah ada beberapa PTS yang diminta oleh pemerintah untuk menyalurkan dana beasiswa melalui kopertis,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait