Sumatera Selatan (Sumsel) sejak 15 – 21 Mei menjadi tuan rumah OSN XV. Apa anda tahu apa itu OSN?

Jika menelusuri di laman Wikipedia menuliskan bahwa OSN atau akronim dari “Olimpiade Sains Nasional.” Ternyata sebutan “olimpiade” kini tidak hanya identik dengan olahraga semata. Kini olimpiade juga ada di bidang sains bahkan seni.

Olimpiade merupakan kompetisi olahraga terbesar dan terkemuka di dunia yang diikuti lebih dari 200 negara. Awalnya olimpiade hanya berlangsung di Yunani kuno sampai akhirnya pada tahun 393 M olimpiade kuno dihentikan.
Pada tahun 1896 olimpiade kemudian dihidupkan kembali oleh Pierre Frèdy Baron de Coubertin seorang bangsawan Perancis.

Olimpiade Sains Nasional (OSN) adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia. Siswa yang mengikuti Olimpiade Sains Nasional adalah siswa yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan provinsi dan karenanya adalah siswa-siswa terbaik dari provinsinya masing-masing.

Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional ini didasarkan pada kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade Fisika Internasional (IPhO – International Physics Olympiad) yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2002.

Olimpiade Sains Nasional diadakan sekali dalam satu tahun di kota yang berbeda-beda. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetisi masing-masing dan akan diikutsertakan pada olimpiade-olimpiade tingkat internasional.

OSN untuk kategori SD memperlombakan, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kategori SMP memperlombakan Matematika, IPA, dan IPS. Dan kategori SMA memperlombakan Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Astronomi, Komputer, Ekonomi, Kebumian dan Geografi

Sampai 2016 Olimpiade Sains Nasional telah dilaksanakan sebanyak lima belas kali. OSN pertama di Yogyakarta tahun 2002 dan pada 2016, Sumatera Selatan atau Palembang menjadi penyelenggara OSN XV.

Pada OSN 2016, maskot OSN berupa gajah Sumatera dengan atribut tanjak, dan kain tajung khas Palembang. Hakikat maskot tersebut, yaitu Tanjak yang merupakan topi hiasan kepala khas Sumatera Selatan yang terbuat dari kain songket yang lazim dipakai oleh sultan dan pangeran serta bangsawan.

Gajah Sumatera merupakan binatang khas Sumatera. Gajah dirasa tepat untuk mewakili hewan pintar, dan cocok untuk dijadikan maskot OSN tahun ini. Kain tajung merupakan kerajinan khas Sumatera Selatan.

Selama OSN berlangsung, gelar juara umum selalu didominasi pelajar dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan DKI Jakarta. Jateng berhasil sembilan kali menggondol gelar juara umum dan DKI Jakarta menjadi juara umum sebanyak lima kali. (redaksi wkg).

sumber gambar dulmalik.files.wordpress.com/2012/04/osn.jpg

Artikel Terkait