PALEMBANG — Dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2017, pemerintah provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat koordinasi (rakor) khusus karhutla di Griya Agung, Jumat pagi (28/04).

Rapat yang dipimpin langsung oleh gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin tersebut dihadiri oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Agung Hardjono, OPD terkait di Provinsi Sumsel dan Delapan bupati/walikota yang daerahnya rawan karhutla yakni, OKI, Muba, Ogan Ilir, Banyuasin, PALI, Muara Enim, MURA dan Muratara.

Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin mengatakan rakor khusus tersebut perlu dilakukan agar sinergisitas dan kesiapan dari semua pihak dalam mencegah karhutla lebih matang lagi.

Alex mengakui, di tahun 2016 pemprov Sumsel memang telah berhasil mengatasi karhutla, hal ini dibuktikan dengan berkurangnya jumlah titik api (hotspot) yang cukup signifikan sebesar 98 persen.

“Impian kita 3 atau 4 tahun lagi tidak ada rakor seperti ini, nanti dengan sendirinya rakor akan dipimpin oleh kepala daerah bupati/walikota dan semua program berjalan dengan baik serta masyarakat juga membantu mencegah karhutla sejak dini,” kata orang nomor satu di Sumsel ini.

Dikatakan mantan bupati Muba dua periode ini, pihaknya telah menyiapkan bantuan bagi masyarakat yang ingin membuka lahnnya untuk berkebun berupa Handtraktor disetiap kabupaten/kota serta selang air.
“Jadi tidak ada lagi masyarakat yang membuka lahnnya dengan cara membakar, masa setiap tahun kita harus direpotkan dengan permasalahan yang sama. Kalau peralatannya kurang, buoati/walikota juga harus membantu dan jika masih kurang lagi, kita minta pada pihak ketiga,” ujarnya.

Selain itu, Alex juga menyampaikan satu persoalan lagi yang harus pihaknya selesaikan, yakni restorasi lahan dan hutan yang terbakar hebat pada 2015 lalu.

“Kita berhasil Alhamdulillah tahun ini tidak terjadi lagi karhutla, tetapi masih ada 736 ribu lebih hektare lahan yang rusak pada tahun 2015 itu harus direstorasi. Berkat roadshow ke negara-negara lain, kita dibantu pihak ketiga, untuk merestorasi dan memperbaiki lahan tersebut,” ungkap Alex Noerdin.

Ia juga menghimbau bupati/walikota agar tidak menimggalkan daerah masing-masing ke luar kota dan turun ke lapangan untuk melihat keadaan dan permasalahan yang ada.

“perintahkan kepada camat untuk selalu siap sedia 24 jam, lakukan sosialisasi pada masyarakat, kamu jugo bupati/walikota jangan keluar kota mantep-manteplah ditempat,” intruksinya.(juniara)

Artikel Terkait