laskarwongkito.com — Asa tim sepakbola Sumatera Selatan untuk tampil di partai puncak Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016 akhirnya harus kandas setelah di babak semifinal harus menyerah kalah 0-2 dari Sulawesi Selatan, Senin (26/9) di stadion Patriot Bekasi. Dengan hasil ini, Sulsel berhasil melakukan revans atas Sumsel setelah di babak penyisihan grup B sebelumnya menyerah kalah dengan skor yang sama.

Pelatih Sulsel, Syamsudin Umar mengakui pihaknya memang banyak belajar dari kekalahan di babak penyisihan lalu. “Kami tahu rasanya sakit karena di penyisihan lalu kalah dan seolah dipermainkan oleh Sumsel. Mereka mampu bermain rapat di lini tengah dan banyak membuat umpan matang, sore ini kami meredam sektor tersebut dan bersyukur bisa mematikannya. Saya sangat bersyukur dengan hasil ini dan bangga dengan perjuangan pemain,” ujar legenda PSM Makassar ini.

Dirinya pun memberikan sanjungan kepada kapten tim Sulsel, Ady Setyawan yang memborong 2 gol di laga ini. “Kapten kami merupakan talenta lokal yang sudah kami bina sejak kecil. Sebagai kapten dia mampu mewakili pelatih dan leader di lapangan. Inisiatif dia untuk membantu serangan juga saya apresiasi. Di ajang PON ini Ady sudah membuat 4 gol, sebuah catatan yang cukup baik untuk pemain yang berposisi sebagai pemain belakang,” tambahnya.

Di babak final, Sulsel yang akan berjumpa tuan rumah Jabar diakuinya tetap akan berusaha maksimal. “Kami susah rotasi, dari 20 pemain 2 diantaranya cedera dan 1 pemain pulang karena harus menikah. Ini pertandingan ke 7 kali dan semua pasti kelelahan. Namun kami sangat termotivasi untuk membalas kekalahan di 2 pertemuan sebelumnya, yang pertama saat uji coba sebelum PON dan terakhir di babak 8 besar lalu,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih Sumsel Rudy Keltjes mengaku sangat kecewa dengan hasil ini. “Kalah ya kalah, namun kami tidak boleh larut dalam kekecewaan. Pemain sudah berusaha maksimal, mereka juga tidak mengeluh selama PON ini9. Hari ini pertandingan juga berjalan enak, namun mereka lupa bahwa bertanding itu untuk memenangkan pertandingan, bukan bermain cantik,” ujar eks pemain timnas Indonesia ini.

Menurutnya, di babak pertama Sumsel yang mampu menguasai penguasaan bola hamper 70 persen kurang tenang dalam menyelesaikan peluang. “Gol cepat di babak kedua meruntuhkan mental kami. Dan sore ini kami juga lemah di bola mati, namun inilah sepakbola dan kami harus menatap 1 laga tersisa. Sulsel bermain lebih baik hari ini. Mengenai laga perebutan perunggu yang akan langsung dimainkan tanpa jeda tidak masalah karena lawan mengalami hal yang sama,” jelasnya.

Jalannya pertandingan

Di babak pertama, pertandingan berjalan dengan tempo yang lamban karena kedua tim cenderung berhati-hati memainkan bola di lapangan. Tidak ada peluang yang tercipta hingga pertengahan babak pertama.

Namun memasuki menit 33, Sumsel sempat mendapat peluang emas melalui Slamet Budiono. Mendapat umpan matang dari Manda Cingi, tendangan keras Slamet masih bisa digagalkan oleh penjaga gawang tim Sulsel, Syaiful.

Tim lawan juga sempat membahayakan setelah lini pertahanan Sumsel membuat kesalahan di daerah sendiri. Namun sepakan Andri Faisal masih melebar dari gawang Sumsel yang kali ini dijaga oleh Jufrianto. Skor imbang tanpa gol akhirnya menutup 45 menit babak pertama.

Di babak kedua, Sumsel belum mampu mengeluarkan permainan terbaiknya dan sulit keluar dari tekanan tim lawan. Bahkan dalam kurun waktu 3 menit yakni 56 dan 59, gawang Jufrianto berhasil dijebol oleh kapten tim Sulsel, Ady Setiawan dan membuat Sumsel tertinggal 0-2. Petaka bahkan bertambah untuk tim Sumsel setelah harus bermain dengan 10 menit di menit 77 setelah Akbar Zakaria menerima KK kedua dan diusir wasit keluar lapangan. Hingga wasit Jumadi Effendi meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada gol tambahan tercipta dan skor 2-0 membawa Sulsel melaju ke partai final yang akan dimainkan Rabu (28/9) di stadion Jalak Harupat Bandung. (dedi)

RelatedPost