PALEMBANG — Setelah bisa menghirup udara segar sejak 10 November lalu bertepatan dengan hari pahlawan, Mantan Ketua KPK Antasari Azhar menggelar syukuran dan silaturahmi bersama masyarakat di tanah kelahirannya kota Pempek, Palembang di Aula Pascasarjana Magister Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya, Selasa (22/11).
Dengan didampingi istri tercinta, Ida Laksmiwati, Antasari Azhar disambut hangat oleh Sekretaris Daerah provinsi Sumsel, Mukti Sulaiman dan sahabatnya.
Iskandar Sulaiman, Sahabat Antasari Azhar semasa kuliah bercerita mengenai sosok Antasari Azhar yang saat ini masih terlihat seperti dahulu. ” Seorang yang tegas dan betul betul mengabdi pada negara, saat ini saya masih tetap melihat dirinya yang dulu. Dengan gagah dan sehat,” ucapnya

Iskandar berharap, Semoga Antasari Azhar kedepannya bisa kembali sebagai warga negara yang bisa menegakkan keadilan yang tegas.
Antasari mulai menghuni bui sejak 2009 dan dihukum selama 18 tahun penjara. Karena berkelakuan baik, Antasari mendapatkan remisi 53 bulan 20 hari. Alhasil, pembebasan bersyarat bisa ia dapatkan sejak hari ini karena telah menjalani hukuman 2/3 hukuman.

Sebagaimana diketahui, Antasari dihukum 18 tahun penjara karena dinilai menjadi otak pembunuhan Nasrudin. Motifnya adalah cinta segi tiga antara Antasari-Rani-Nasrudin. Antasari curhat ke Sigit Haryo Wibisono dan kemudian Sigit meminta bantuan perwira menengah Kombes Wiliardi Wizard. Setelah itu, Williardi mencari tim eksekutor yaitu Edo dkk.

Akhirnya Antasari dinilai bersalah di semua tingkatan hukum. Dari 3 hakim tingkat pertama, 3 hakim tingkat banding dan 8 hakim agung, satu hakim agung yang memutuskan Antasari Azhar bebas murni dan tidak terlibat kasus pembunuhan tersebut. Hakim agung itu adalah Prof Dr Surya Jaya yang menyatakan bahwa benar Antasari pernah curhat soal kasusnya dengan Sigit Haryo. Tetapi tidak ada satu pun kata dan kalimat yang menyuruh Sigit Haryo Wibisono untuk menghabisi nyawa Nasrudin.

Salah satu misteri kematian Nasrudin adalah baju yang ia pakai saat tertembak. Setelah tertembak, Nasrudin dibawa ke RS Mayapada untuk ditangani dan diteruskan ke RSCM. Tapi hingga hari ini, baju Nasrudin itu tidak pernah sampai ke persidangan, padahal merupakan bukti kuat di kasus ini. Antasari pun menggugat RS Mayapada dan masih diproses di tingkat kasasi. (juniara)

RelatedPost