PALEMBANG — Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Antasari Azhar akhirnya menghirup udara segar setelah bebas bersyarat sejak 10 November.

Ketika ditanya apa yang akan dilakukan setelah ini?, Antasari Azhar menjawab dirinya akan menelusuri laporan kasusnya pada 2010 lalu di Polda Metro Jaya secara tuntas.

“Saya akan mengusut kembali laporan saya kemarin, pada saat ditetapkan menjadi tersangka dengan bukti sms yang menyatakan bahwa, saya mengirim sms yang mengancam untuk membunuh Nazarudin, padahal dari keterangan ahli forensik IT menyatakan bukan saya yang mengirim sms melainkan orang lain yang menggunakan nomor saya,” urainya disela kegiatan silaturahmi dengan kerabat dan masyarakat Sumsel di Universitas Sriwijaya, Selasa (22/11).

Menurutnya, dirinya telah melaporkan kejanggalan kasus tersebut sejak tahun 2010 lalu, namun hingga saat ini laporan itu belum ada hasilnya.

Diceritakan Alumnus Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ini, sebagai orang hukum, dirinya sangat menghormati dan menghargai apa yang menjadi keputusan hukum

“Saya tidak seperti yang didakwakan dan tidak pernah melakukan perbuatan itu, tetapi saya ikhlas dan tidak dendam karena sebagai seorang penegak hukum harus mentaati hukum, karena putusan pengadilan itu, meskipun salah harus dijalankan,” ujar dia.

Antasari dihukum 18 tahun penjara dan dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, pada Februari 2009. Pada 6 September 2011, Antasari mengajukan peninjauan kembali atas kasusnya.

Tapi upaya hukum Antasari itu ditolak karena bukti yang diajukan dianggap tidak tepat. Selama ditahan sejak 2010, Antasari mendapat remisi 4,5 tahun. Meski bebas bersyarat, Antasari masih diwajibkan melapor sekali sebulan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Dewasa Pria Tangerang. Antasari baru bebas sepenuhnya pada 2022. (juniara)

RelatedPost