PALEMBANG — Anis Nabar muncul sebagai pahlawan bagi Sriwijaya FC saat laga melawan tuan rumah Barito Putera, Senin (1/8) malam di stadion 17 Mei Banjarmasin. Masuk sebagai pemain pengganti setelah M Ridwan terkena cedera di menit 12 babak pertama, Anis Nabar mampu menusuk pertahanan lawan dengan pergerakan lincahnya di kedua sisi lapangan.

Dan gol tunggalnya di menit 52 babak kedua mampu menyelamatkan laskar wong kito dari kekalahan sekaligus memenuhi target mencuri poin di kandang Barito Putera ini. Namun Anis sendiri merendah dan mengaku harus banyak berlatih lagi agar mampu memberikan kontribusi lebih maksimal untuk SFC.

“Gol yang saya cetak lahir dari sebuah kerjasama tim dan kami latih selama ini. Jadi hasil imbang ini adalah kerja keras semua pemain, bukan karena saya semata,” ungkap pemain asal Papua ini. Menurutnya, skema tendangan bebas tersebut memang sudah dirancang sejak di Palembang dan kali ini berhasil mengelabui pertahanan lawan.

Saat ditanya mengenai perannya musim ini yang lebih banyak sebagai supersub, ayah dari 1 orang putra ini mengaku tidak mempermasalahkannya. “Pelatih selalu menekankan bahwa siapapun pemain yang ditunjuk bermain harus siap dan saat latihan semua mendapat porsi latihan yang sama,” tegasnya.

Menurutnya, peran sebagai pemain pengganti juga tidaklah mudah dan punya beban tersendiri. “Menjadi pemain pengganti, kami dituntut memperhatikan gaya bermain lawan terlebih dulu. Dan ketika ada kesempatan masuk, tentu kehadiran kami harus bisa membawa perubahan strategi atau jeli memanfaatkan kelemahan lawan berdasarkan analisa pelatih,” tambahnya.

Namun dirinya tidak menampik ingin mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak kedepannya. “Soal itu, pelatih yang punya pertimbangannya, tugas kami hanyalah bermain sebaik mungkin saat berlatih. Namun saya punya prinsip, menjadi pemain cadangan pun juga punya peranan penting di dalam tim, kami selalu diajarkan bahwa SFC itu adalah super team not superman,” pungkasnya. (dedi)

RelatedPost