PALEMBANG — Meski berdarah asli Papua, namun Anis Nabar menegaskan komitmennya dan siap all out membantu Sriwijaya FC memenangkan pertandingan saat menjamu Perseru Serui , Rabu (27/7) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Menurutnya, sebagai pemain asal Sentani Jayapura, dirinya memang memiliki hubungan cukup emosional dengan sejumlah tim asal Papua, termasuk juga Perseru Serui. “Saya memang asli Papua, namun sama seperti pelatih SFC, saya pun buta kekuatan Perseru,” ungkap Anis sat dihubungi Senin (25/7) sore.

Menurutnya, saat masih aktif membela Persidafon Dafonsoro beberapa tahun silam, dirinya tidak pernah berhadapan langsung dengan skuad Kuda Lasut Orange tersebut. “Saya bahkan tidak kenal para pemainnya, hanya ada 1-2 pemain yang saya tahu namun tidak terlalu akrab,” tambahnya.

Namun Anis sendiri mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak menganggap remeh tim Perseru nantinya. “SFC klub besar, jadi siapapun yang akan melawan kita pasti motivasinya bertambah dan itu sudah terbukti di beberapa laga musim ini,” ujar ayah dari 1 putra ini.

Diakuinya, hampir seluruh tim asal Papua punya gaya bermain yang mengandalkan kecepatan. “Pemain asal tanah Papua juga dianugerahi bakat alam serta fisik yang luar biasa. Kami harus mewaspadai serangan balik mereka yang cepat,” bebernya.

Dirinya pun menegaskan meski akan melawan tim asal daerahnya, Anis mengaku akan melupakan hal tersebut dan siap menjadi ‘Malin Kundang’ selama 90 menit nanti. “Kami sangat perlu poin dan saya siap mati-matian memperjuangkannya, nanti baru diluar lapangan kami bersahabat seperti biasa,” pungkasnya.Anis Nabar Lupakan Kampung Halaman Saat Bertemu Perseru Serui

Meski berdarah asli Papua, namun Anis Nabar menegaskan komitmennya dan siap all out membantu Sriwijaya FC memenangkan pertandingan saat menjamu Perseru Serui , Rabu (27/7) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Menurutnya, sebagai pemain asal Sentani Jayapura, dirinya memang memiliki hubungan cukup emosional dengan sejumlah tim asal Papua, termasuk juga Perseru Serui. “Saya memang asli Papua, namun sama seperti pelatih SFC, saya pun buta kekuatan Perseru,” ungkap Anis sat dihubungi Senin (25/7) sore.

Menurutnya, saat masih aktif membela Persidafon Dafonsoro beberapa tahun silam, dirinya tidak pernah berhadapan langsung dengan skuad Kuda Lasut Orange tersebut. “Saya bahkan tidak kenal para pemainnya, hanya ada 1-2 pemain yang saya tahu namun tidak terlalu akrab,” tambahnya.

Namun Anis sendiri mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak menganggap remeh tim Perseru nantinya. “SFC klub besar, jadi siapapun yang akan melawan kita pasti motivasinya bertambah dan itu sudah terbukti di beberapa laga musim ini,” ujar ayah dari 1 putra ini.

Diakuinya, hampir seluruh tim asal Papua punya gaya bermain yang mengandalkan kecepatan. “Pemain asal tanah Papua juga dianugerahi bakat alam serta fisik yang luar biasa. Kami harus mewaspadai serangan balik mereka yang cepat,” bebernya.

Dirinya pun menegaskan meski akan melawan tim asal daerahnya, Anis mengaku akan melupakan hal tersebut dan siap menjadi ‘Malin Kundang’ selama 90 menit nanti. “Kami sangat perlu poin dan saya siap mati-matian memperjuangkannya, nanti baru diluar lapangan kami bersahabat seperti biasa,” pungkasnya. (dedi)

RelatedPost