PALEMBANG — Ketua Unit Advokasi Daerah TNP2K Sekretariat Wakil Presiden, M Arif Tasrif, mengungkapkan angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan sebesar 0,45 persen. Dari populasi penduduk Sumsel yang berjumlah 8 juta jiwa, persentase kemiskinan turun dari 13,99 persen menjadi 13,54 persen.
Dikatakan Data ini berdasarkan data resmi dari basis data terpadu dari Maret 2015-Maret 2016. “Kita juga masih mencari tahu bagaimana formula startegi yang paling tepat untuk membelanjakan APBD supaya hasilnya maksimal untuk mengurangi kemiskinan,” ucapnya di kantor Gubernur usai audiensi dengan Wakil Gubernur Sumsel membahas penanggulangan kemiskinan pada di daerah, Kamis (24/11).

Arif menjelaskan, kedatangan pihaknya ke Sumsel ini dalam rangka bekerjasama dengan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Sumsel dan TKPK Lahat, serta TKPK Lubuk Linggau untuk mengembangkan model analisis APBD untuk penanggulangan kemiskinan.

“Kita tahu anggaran pusat yang ditransfer kedaerah itu dari tahun ketahun terus meningkat, sekarang sudah Rp700 triliun lebih¬†yang ditransfer melalui dana perimbangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah,” jelasnya.

Lanjutnya, besar dananya ini diharapkan diikuti efektivitas yang makin meningkat juga pada kesejahteraan masyarakat meningkat, kemiskinan berkurang itu yang kita harapkan.

“Oleh sebab itu untuk sampai kesana kitakan perlu model perencanaan yang tepat, bagiamana merancang program yang sesuai dengan masalah dilapangan, bagaimana memilih lokasi yang merupakan kantong persoalan kemiskinan itu, baik dari masalah pendidikan¬†ataupun faktor lainnya,” ucapnya.

Dikatakan juga, TKPK Sumsel sudah menyusun evaluasi yang sangat komprehensif tentang tingkat kemiskinan di Sumsel. Kalau dilihat indikator pengurangan kemiskinan memang terjadi perlambatan dalam pengurangan tingkat kemiskinan atau persentase kemiskinan, menurun tapi melambat.

“Tapi ini bukan problem Sumsel, ini adalah problem nasional, mayoritas daerah mengalami problem yang sama,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost